Kaloran, Hariansemarang.com – Kegiatan susur sungai Mlereng di Desa Geblog Kecamatan kaloran dalam rangka memperingati World Clean Up Day 2020 yang diselenggarakan serentak di 20 Kecamatan se-Kabupaten Temanggung terlaksana dengan baik.

Tercatat sekitar 86 Peserta dari berbagai unsur ikut terlibat dalam kegiatan bersih lingkungan ini, diantaranya adalah unsur dari Pemerintah Kecamatan kaloran beserta staf, unsur Koramil dan Polsek Kaloran, TKSK, PKH, Pemerintah Desa se-Kecamatan kaloran, Pendamping Desa, Ansor dan Banser, IPPNU, Temanggung Musikgram, Komunitas Nguri-Uri Kali, dan Komunitas Mancing Mania Kaloran.

Acara yang diselenggarakan mulai pukul 08.00 WIB ini dibuka oleh Camat Kaloran, Muhammad Ja’far Khudhori S.Sos, beliau mengungkapkan rasa terima kasih dan mengapresiasi kerjasama dan gotong-royong yang baik dari relawan Fasilitator Persampahan Kecamatan (FPK) Kaloran maupun dari unsur kedinasan, organisasi maupun komunitas.

Dalam kegiatan ini relawan menemukan banyak sekali sampah residu seperti sampah yang berasal dari bekas pampres dan popok bayi, bekas pembalut wanita dan limbah bangkai ayam yang diduga dibuang oleh pihak pengusaha ternak ayam potong yang beroperasi di sekitar wilayah Kecamatan Kaloran.

Menanggapi hal ini Camat kaloran akan segera menindaklanjuti temuan sampah-sampah yang sengaja dibuang di sungai Mlereng ini dengan akan dipanggilnya pelaku usaha ternak ayam di wilayah kecamatan kaloran, hal ini dilakukan agar kedepannya pelaku usaha ternak ayam akan bersedia untuk berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang limbah ayam ke sungai-sungai, jika ada yang melanggar kedepan juga akan diberlakukan regulasi dan aturan serta sanksi bagi para pelanggarnya.

Ditemui secara terpisah Ketua PAC GP. Ansor Kaloran, Agus Isro’ pamungkas menyampaikan harapan dan himbaunnya kepada seluruh masyarakat umumnya, dan anggota Ansor-Banser di Kaloran agar supaya membantu dan mengingatkan di lingkungan masing-masing agar sadar dan peduli bahwa sampah adalah masalah kita bersama, beliau juga menyayangkan tindakan oknum-oknum pengusaha ternak ayam yang membuang limbahnya di sungai-sungai, “hal ini bukan hanya mencemari lingkungan tapi juga menandakan bahwa pemerintah kita harus segera turut serta dalam membuat regulasi yang bisa menertibkan para pelaku usaha yang telah mencemari lingkungan ini”.

Sementara itu FPK Kaloran, Untung Supriyanto memberikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa, Komunitas dan Organisasi serta Fasilitator Persampahan Desa (FPD) agar terus solid dan terus bekerjasama dalam menangani masalah-masalah sampah di lingkungan kecamatan Kaloran.

“Dengan terkumpulnya kurang lebih 20 Ton sampah pada hari Minggu 20 September 2020 yang dihimpun dari 14 Desa dan susur sungai mlereng Desa Geblog ini menandakan kesadaran masyarakat dalam menangani masalah sampah harus terus ditingkatkan, dan juga menjadi bukti bahwa Pemerintah Desa di wilayah kecamatan kaloran harus segera membangun dan menganggarkan pendirian tempat pemilihan sampah Desa (TPSD) dan menganggarkan untuk upgrading SDM masyarakat Desa dalam menangani permasalahan sampah yang kedepan diprediksi akan semakin mengkhawatirkan” pungkas Untung. (HS33).

Tinggalkan Komentar