Pemilihan Umum kepala daerah (pilkada) 2022 Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku, harus menjadi momentum strategis untuk meraih perubahan. Tetapi, perubahan tersebut dapat diwujudkan apabila Bupati yang terpilih nanti adalah sosok pemuda yang memiliki kematangan gagasan dan konsep pembangunan serta memiliki keberanian dalam mengeksekusi setiap program-program strategis guna menopang kemajuan pembangunan Kabupaten Maluku Tengah.

Salah satu putra Maluku Tengah yang bermukim di Jakarta, Umar Wala menyatakan, pembangunan di Kabupaten Maluku yang dipimpin oleh Abua Tuasikal dan Marlatu Leleury, masih jauh seperti yang diharapkan.

Kegagalan tersebut kata dia, bukan sekedar candaan atau pengabaian begitu saja. Karena itu, pengalaman Abua Tuasikal dan Marlatu Leleury sebagai bupati dan wakil bupati, harus menjadi pelajaran besar bagi seluruh masyarakat Kabupaten Maluku Tengah untuk kembali mengambil langkah perubahan demi pemulihan wilayah, khususnya dibidang pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya.

Melalui pilkada 2022 nanti, kata Umar Wala, Masyarakat mau tidak mau harus melakukan penilaian secara obyektif dan rasional.

Hanya ditangan pemuda yang cinta akan cita-cita Kabupaten Maluku Tengah menuju Jendela Indonesia Timur.

Menurut Umar, pada momentum pilkada 2022 nantinya, publik Maluku Tengah sudah sepatutnya memberikan panggung politik untuk generasi Milenial bertarung pada kontestasi pilkada malteng . Hal ini didasarkan oleh fakta banyaknya ketersedian SDM milenial maluku tengah yang sebenarnya mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk menghadirkan perubahan-perubahan besar di “Bumi Pamahanunusa”

Sentral perubahan terbentuk dari pemuda yang mampu memberikan kontribusi terhadap wilayah dan kota Kabupaten yang mesti dijaga oleh para kaum muda di negeri sendiri.

Sudah selayaknya Kabupaten Maluku Tengah kembali menetralisir langkah-langkah strategi pembangunan di Kabupaten Maluku Tengah guna menumbuh kembangkan perekonomian daerah menuju kemajuan, dan kesejahteraan masyarakatnya.

Umar Wala juga mendorong kaum muda untuk bangkit dan tidak mau dibungkam atas realitas yang ada di Kabupaten Maluku Tengah Anak muda jangan diabaikan dan hanya dianggap sebelah mata karena anak muda memiliki relasi dengan perubahan.

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan, strategi yang efesien untuk mengembalikan tatanan masyarakat Kabupaten Maluku Tengah dalam menghadapi problem solving dan problem solusi adalah anak muda yang pantas dijadikan sebagai konseptor membangun peradaban menjadi Kabupaten yang tumbuh dan berkembang dengan baik dan benar dari segi ekonomi tradisional, menuju ekonomi global.

Sosok pemuda yang semestinya hadir dengan imajinasi dan kreativitas perubahan menuju negeri yang mandiri, inovasi, dan berwibawa patut diberikan penghargaan besar untuk memberikan solusi-solusi kemandirian dan kemajuan menuju Kabupaten yang tumbuh pesat di bidang ekonomi, pendidikan, sosial serta budaya.

Tinggalkan Komentar