Tegal, hariansemarang.com – Sebagaimana diketahui kota tegal sudah dinyatakan zona hijau, namun Pemerintah Kota Tegal berencana tetap akan melangsungkan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa dari rumah. Dalam hal ini sistem belajar direncanakan akan menggunakan model konferensi video atau webinar.

Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi menjelaskan, kebijakan yang paling tepat dalam sektor pendidikan di masa new normal adalah menerapkan model pendidikan secara online.

Ia mengatakan, Kota Tegal mungkin sudah zona hijau dan sedang melangsungkan new normal atau tatanan kehidupan baru. Namun menurutnya, masa pandemi Covid-19 di Indonesia belum benar- benar berakhir.

Jumadi mengaku, masih berpikir dua kali untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

“Saya tidak mau gambling dalam urusan pendidikan dan anak- anak. Jadi saya harus berpikir tiga kali lipat. tentu ini berbeda saat kami membuka mal, objek wisata, pasar, dan tempat- tempat publik. Karena sekolah resikonya lebih besar, jangan sampai siswa didik kena covid 19” kata Jumadi melalui pesan elektronik, Sabtu (13/6/2020).

Jumadi menambahkan, pembelajaran secara online atau konferensi video ini akan berlangsung hingga pandemi Covid-19 di Indonesia benar- benar berakhir. Bisa hingga akhir 2020 atau hingga masa tahun ajaran semester satu selesai.

Menurutnya, pembelajaran secara online di Kota Tegal akan betul- betul dikonsep dan seragam bermodel konferensi video.

Tidak lagi sesuka tenaga pendidik, seperti menggunakan Whatsapp atau media sosial lainnya.

Pemkot Tegal tambah jumadi sudah mempersiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan KBM di sekolah.

“Jadi Pemerintah Kota Tegal pada prinsipnya mempersiapkan sistem operasi prosedur, andai saja kita laksanakan secara offline. Namun perlu dipahami, karena pandemi ini belum berakhir yang paling tepat edukasi secara online,” tuturnya. (red/HS-don)

 

Tinggalkan Komentar