Warga saat bersiap-siap menyemprot

Pati, Hariansemarang.com – Pandemi corona virus covid-19 yang melanda negara tercinta Indonesia sampai hari Minggu 19 April 2020 terus meningkat. Bermula dari ODP, PDP, bahkan angka kematian selalu meningkatkan. Hal ini bisa dilihat dimedia cetak maupun elektronik.

Pemerintah sudah mengupayakan penanggulangan corona virus covid-19 dengan berbagai macam kebijakan, baik dengan membatasi kerumunan massa, meniadakan sholat jumat, sekolah dengan mode daring/online, bahkan didaerah tertentu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tidak kalah hebohnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini pemerintah juga melarang pemudik dari luar daerah khususnya daerah zona merah pulang ke desa kumpul dengan keluarga.

Kebijakan pemerintah merupakan usaha untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan corona virus covid-19. Upaya pemerintah dalam rangka menanggulangi penyebaran corona virus covid-19 juga diikuti oleh sedulur RT 02 RW III Dukuhseti Pati

Ketua RT 02 RW III Dukuhseti Pati Sudarto, S. Pd mengatakan bahwa penyemprot disinfektan jilid III ini merupakan swadaya dan kesadaran masyarakat, corona virus covid-19 ibaratnya seperti gunung es, dimana fenomena yang tampak sedikit dan yang tidak tampak sangat banyak, bahkan membahayakan nyawa, ekonomi bagi kita semua.

“Data yang dilaporkan seperti pucuk gunung es, sedikit yang bisa terdeteksi, namun bisa jadi masih banyak belum terdeteksi” imbuh beliau

Beliau juga menghimbau kepada warganya wajib menjaga kebersihan, menghindari kerumunan massa, tidak panik, menjaga stabilitas badan, dan apabila merasakan gejala pilek disertai batuk dan suhu badan tinggi, segera laporan dinas kesehatan terdekat.

Mudah-mudahan kita semua terhindar dari virus corona covid-19, sehingga menjalankan ibadah Ramadlan dengan khusu’, tenang,dan bisa saling bersilaturohim menyalin persaudaraan di hari kemenangan nanti. (HS33).

Tinggalkan Komentar