Temanggung, Hariansemarang.com- Bertempat di di Pondok Pesantren Darussalam Ngadirejo, Temanggung, PC IPNU-IPPNU Temanggung menggelar Seminar Literasi Media Sosial yang merupakan rangkaian Semarak Harlah Pelajar NU pada Sabtu (14/3/2020).

Hadir Pengurus LTN NU Temanggung Hamidulloh Ibda yang menyampaikan materi tentang literasi media massa, media sosial, dan layanan pesan. “Internet menjadi kebutuhan dasar pelajar saat ini, maka Anda mendapatkan informasi, pengetahuan, atau data dari internet, tidak boleh ditelan mentah-mentah. Minimal harus berdasarkan wawancara, diklarifikasi, tabayun, itu cara kerja wartawan dapat mendapatkan kebenaran,” kata Pimred Asna Pustaka tersebut.

Penulis buku Konsep dan Aplikasi Literasi Baru ini juga mengatakan, bahwa selain memasang kuda-kuda, mereka juga diajak untuk menguasai media massa, siber dan layanan pesan termasuk Youtube. “Coba ketik saja di Youtube, Keluarga Sakinah, mengapa yang muncul video-video ustaz sebelah? Karena mereka memang menguasai hal itu,” kata mantan Sekretaris IPNU Dukuhseti Pati tersebut.

Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP Ma’arif PWNU Jateng ini juga mengajak semua kader IPNU-IPPNU tidak hanya menjadikan gawai sebagai alat untuk iseng dan hiburan, namun harus mengarah ke hal-hal produktif untuk menjaga ideologi Aswaja Annahdliyah dan kaderisasi.

Sementara perwakilan Lembaga Penyiaran Santika FM, Faiz Syauqy, menjelaskan tentang konvergensi media. “Munculnya media sosial, digital, itu karena konvergensi media sesuai perkembangan zaman,” kata Gus Syauqy tersebut.

Ia menjelaskan, bahwa di lingkungan sosial, orang berbicara, berinteraksi masih menggunakan adab. “Namun di media sosial, orang bisa berkomentar bebas tanpa adab, etika, dan itu karena efek konvergensi media,” lanjut lulusan UII Yogyakarta itu.

Sementara pemateri dari PW IPNU Jawa Tengah Muhammad Adnan, mengatakan bahwa kader IPNU-IPPNU harus dapat menyesuaikan zaman dengan menguasai zaman.

Pihaknya mengajak para peserta seminar untuk meluruskan misi dalam bermedia. “Jika sudah punya misi, maka bagilah peran, didaftar, ketika ada kegiatan nanti siapa yang liputan, siapa yang memotret dan sebagainya. Ketika sudah berjalan, maka tinggal dikontrol,” lanjut Adnan. (HS99/HI).

Tinggalkan Komentar