SEMARANG, Hariansemarang.com – Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang bekerja sama dengan PWI Provinsi Jateng membekali mahasiswa semester akhir dengan materi jurnalistik secara komprehensif, baik teori maupun praktik.

Sekolah Jurnalistik PWI (SJPWI) Jateng diikuti sebanyak 115 mahasiswa FH Unissula Semarang.

Wakil Dekan II Fakultas Hukum, Dr. Arpangi SH MH menyampaikan, pentingnya sarjana hukum memiliki kemampuan menulis karena keterampilan ini menjadi bagian tak terpisahkan ketika memasuki dunia kerja.

Menurutnya, dengan pelatihan jurnalistik, maka mahasiswa hukum dilatih membuat perancangan hukum (legal drafting). Misalnya membuat berita opini untuk menanggapi permasalahan hukum. Sehingga sesuai dengan norma dan aturan hukum yang ada. Sehingga tidak asal bicara dan menulis.

Arpangi menuturkan, perkuliahan SJPWI Jateng ini sangat penting terutama dalam menghadapi dunia kerja yang akan datang serta menambah kompetensi,

“Nantinya akan dapat sertifikat sebagai pendamping ijazah karena memiliki ketrampilan khusus dalam kompetensi dibidang jurnalistik,” ujarnya dalam pembukaan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng di Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jumat (13/03/2020).

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi (PWI) Jawa Tengah Amir Machmud NS menyatakan kemampuan menulis yang dimiliki oleh mahasiswa akan memberi nilai tambah bagi mahasiswa.

Amir Machmud menuturkan, kegiatan SJPWI Jeteng dapat meng-pgrade kemampuan atau skill mahasiswa akan membuka kesempatan lebih besar mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi jurnalistik.

“Diharapkan nantinya mahasiswa Fakuktas Hukum Unissula menyenangi dunia tulis menulis,” katanya.

Pemimpin Umum Suarabaru.id itu juga menyarankan bagi peserta kuliah SJPWI Jateng merasa tidak terpaksa dalam mengikuti kegiatan ini dan harus merasa butuh terutama untuk memahami materi tentang konvergensi media, UU Penyiaran, UU Pers dan UU ITe serta materi lainnya.

“Jangan sungkan-sungkan tanyakan
Perkembangan media saat ini terutama media siber/online dan segala platform di dunia media sosial,” ujarnya.

Amir juga menambahkan, keprihatinannya masyarakat saat ini terutama kalangan mahasiswa yang sudah jarang membaca surat kabar/ koran, bahkan menyebutkan nama korannya saja tidak bisa, hanya nama-nama media tertentu.

Dalam kegiatan perkuliahan SJPWI Jateng, mahasiswa juga dibekali materi teori dan praktik penulisan artikel serta penulisan pendapat hukum yang diberikan oleh dosen dan praktisi hukum berpengalaman.

Materi kuliah SJPWI yakni Konvergensi Media, UU Penyiaran, UU ITE, Hukum Media, Artikel Ilmiah, Legal Opinion dan sejumlah materi lainnya.

Dosen atau pemateri dalam perkuliahan SJPWI Jateng diantaranya Kabiro Antara Jateng Zaenal Muttaqien, Komisioner KPID Jateng Isdiyanto, Ketua Dewan Kerhormatan PWI Jateng Sri Mulyadi, Pemred Suarabaru.id Widiyarto, Ketua KIP Jateng Sosiawan dan sejumlah praktisi hukum diantaranya Advokat Dr Jawade SH MH, Dr Ira Alia Maerani SH MH dan praktisi Hukum FH Unissula. (HS22)

Tinggalkan Komentar