Hariansemarang.com – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung, menggelar orientasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Jumat (13/12/2019). Hadir Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Moh. Syafi’, Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Khamim Saifuddin, Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda, Ketua Panitia KKL M. Fadloli Alhakim, dosen pembimbing lapangan dan puluhan mahasiswa PGMI calon peserta KKL.

Dalam sambutannya, Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa Prodi PGMI merupakan salah satu Prodi yang visinya selain menyiapkan calon guru kelas MI/SD juga menyiapkan calon teacherpreneurship bidang pendidikan dasar yang kurikulumnya mengacu KKNI dan SN Dikti. “Semua mahasiswa yang mengikuti KKL wajib lulus mata kuliah Teacherpreneurship Dasar dan Teacherpreneurship Lanjutan,” kata pengurus LP Ma’arif PWNU Jateng itu.

Maka, pada KKL kali pertama ini, PGMI akan menggelar KKL di SD Negeri Kartini Sarirejo Semarang yang telah menerapkan wirausaha dan menjadi pilot project di Kota Semarang. “Kenapa PGMI memilih teacherpreneurship, karena secara konsep berbeda dengan entrepreneurship dan edupreneurship. Salah satu contohnya, teacherpreneurship ini merupakan jiwa dan kompetensi wirausaha yang hanya dilakukan guru, baik di dalam maupun luar pembelajaran, di bidang pendidikan atau luar pendidikan. Ini salah satu contohnya,” beber penulis buku Teacherpreneurship itu.

“Mahasiswa akan mengambil data terkait profil sekolah, sejarah, dan program wirausaha di sana. Kemudian menganalisis ketercapaian program itu untuk bahan akademik yang menjadi softskills mahasiswa sebagai calon guru kelas MI/SD,” lanjut Ibda.

Pihaknya berharap, KKL ini menjadi bagian mata kuliah yang integral dengan kompetensi lulusan Prodi PGMI yang menyiapkan guru wirausaha di jenjang MI/SD.

Ketua Panitia KKL M. Fadloli Alhakim, mengatakan sesuai kesepakatan KKL akan dilaksanakan pada 13 Januari 2020. “Selain mengarah pada kegiatan wirausaha, melalui FGD nanti kami akan banyak belajar tentang manajemen, pengelolaan, dan pengembangan pendidikan dasar,” kata dia. (hs33).

Tinggalkan Komentar