Salatiga, Hariansemarang.com – Organisasi Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Kota Salatiga (HMI,GMKI,PMII,GMNI,IMM,KAMMI) mengadakan Diskusi tentang peranan mahasiswa dalam mengawal beberapa isu nasional maupun isu lokal di Sekretariatan HMI Cabang Salatiga, Sabtu (28/9/2019).

Prinsip dasar perjuangan organisasi kemahasiswaan yakni sebagai lokomotor suara dan hati rakyat. ketika gejolak kebangsaan tergadai oleh kepentingan oligarki tertentu maka sudah saatnya mahasiswa menjadi tameng depan menyuarakan kepentingan rakyat. demikian yang disampaikan oleh Kepala Bidang Ekternal HMI Cabang Salatiga Ibnu Majapahit dalam pembukaan forum diskusikusi tersebut.

Selaras dengan tema pembahasan tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Salatiga Ahmad Najmi menyatakan didalam kemelut isu kebangsaan yang melanda saat ini kita juga harus bisa memberikan perhatian kita ke isu lokal Kota Salatiga, sepertihalnya masih banyaknya pembanggunan insfatuktur publik yang mangkrak jangan sampai kita hanyut dalam isu nasional saja yang kita soroti akan tetapi isu lokal kia terbuai, seyogyanya kita harus kawal bersama sama kedepanya,tandasnya.

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Salatiga Nadif turut menmpaikan tentang Kota Salatiga sebagai Kota literasi yang dulu sempat digaungkan menjadi salah satu kebijakan strategis yang mana sampai detik ini belum ada titik kejelasan dari kebijakan tersebut. sarana dan prasarana untuk menunjang literasi di Kota Salatiga itu sangat memadai, kita tahu bahwa di Salatiga ada dua empat kampus besar, persipda dan komunitas literasi-literasi lainya, seharusnya bisa menjadi pendorong tumbuh kembangnya literasi di Salatiga.

Ketua Umu Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Salatiga Roberto juga menyampaiakan isu kemanusiaan yang tidak kalah penting dari pada sederet kebijakan UU kontroversi. Isu Papua sampai sekarang belum ada result penyikapan yang jelas dari pemerintah, kita harus terus menyuarakan isu kemanusiaan tersebut agar tetap tidak luput dari perhatian publik. Tandasnya

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Salatiga M Syukri menyatakan beberapa RUU Kontroversial memang harus dikaji secara matang dan mendalam. sehingga tidak salah arah dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. salah satunya dalam UU KPK No.30 Tahun 2003 dari kaca mata lain memang sudah seharusnya ada pengawasan internal di KPK agar lembaga tersebut tidak seolah-olah menjadi lembaga Abuse Of Power tanpa disentuh oleh siapapun.

Kepala Bidang Ekternal Ikatan Mahasiswa Muhamadyah (IMM) Cabang Salatiga Noferi Dwi juga ikut menyoroti tentang refleksi peranan mahasiswa yang tidak boleh lepas dari jati dirinya. Mahasiwa itu sangat lekat dengan ciri-ciri intelektual, pencipta dan pengabdian, maka sekali lagi sebelum menyoroti atau mengkritik fenomena kebangsaan saat ini kita harus tuntaskan diwilayah individu masing-masing.

Kepala Bidang Ekternal Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI) Daerah Kota Salatiga Afifudin Zuhri juga menyoroti problematika sosial harus dikawal dengan pendekatan berkelanjutan. dalam statemenya control sosial terhadap pemerintahan harus berjalan seimbang antara isu nasional dengan isu lokal salatiga. dengan seperti itu maka akan memberikan makna lebih peranan kita sebagai organisasi kemahasiswaan.

dari hasil pertemuan tersebut, harapan besar kami adalah kita sebagai organisasi kemahasiswaan harus berdiri didepan untuk menyuarakan suara-suara rakyat sebagai refleksi publik untuk bagaimana saling memberikan sumbang saran untuk kebaikan bangsa dan negara yang kita cinai ini. (NH)

Tinggalkan Komentar