Pimpinan Bank Indonesia Jateng Bersama Seluruh Mahasiswa Penerima Beasiswa BI.

Semarang – Kantor perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah memberikan beasiswa kepada mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yaitu Universitas Muria Kudus (UMK) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yaitu Universitas Tidar (Untidar) .

Sebelumnya, penerima beasiswa Bank Indonesia adalah mahasiswa S1 dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Namun, saat ini terdapat Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dengan bertambahnya dua kerja sama perguruan tinggi tersebut, maka terdapat 270 mahasiswa penerima beasiswa BI di enam perguruan tinggi yaitu Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, UIN Walisongo, IAIN Salatiga, Universitas Tidar (Untidar) dan Universitas Muria Kudus (UMK).

Penandatangan perjanjian dengan dua universitas tersebut dilaksanakan di Ruang Lokapala lantai 8 Gedung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Rabu (11/9).

Acara diawali dengan penjelasan mengenai Bank Indonesia dan Beasiswa Bank Indonesia oleh Bapak Noviatoso (Departemen Komunikasi BI) .Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Bapak Soekowardojo selaku Kepala KPwBI Provinsi Jawa Tengah (Jateng), “Kalau 2011 hingga 2018 masih Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tahun ini kita melibatkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS),” kata beliau.

Sebanyak 50 mahasiswa dari Untidar Magelang dan 50 mahasiswa dari UMK yang akan menerima beasiswa senilai Rp1 juta per bulan selama 12 bulan atau satu tahun.

Penerima beasiwa telah memenuhi syarat di antaranya mempunyai Indeks Prestasi 3.00 (Skala 4) untuk PTN dan 3.25 (Skala 4) untuk PTS.

Penandatanganan Kerjasama Beasiswa Bank Indonesia

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama antara Kepala Perwakilan BI Jateng Soekowardojo dan Departemen Komunikasi BI Noviantoso yang ditandatangani oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Ir Mukh Arifin dan Rektor UMK Dr. Suparnyo, S.H., M.S. Perjanjian kerjasama tersebut memuat pasal-pasal tentang Kerjasama Pengembangan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Pemberian beasiswa oleh Bank Indonesia (BI), dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Mulai dari akreditasi perguruan tinggi yang bersangkutan, sarana yang dimiliki oleh universitas, keaktifan, hingga prestasi mahasiswanya. Penerima beasiswa juga beragam. Ada yang dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Perlu dicatat bahwa program Beasiswa BI tidak terbatas pada biaya pendidikan, tunjangan studi, maupun biaya hidup saja.

Lebih lanjut, Soekowardojo menjelaskan bahwa para penerima Beasiswa BI diwadahi oleh sebuah komunitas yaitu Generasi Baru Indonesia (GenBI). Disana mereka akan mendapatkan berbagai pelatihan secara berkala dan terencana sehingga dapat meningkatkan kompetensi individu, mengembangkan karakter, memiliki jiwa kepemimpinan dan menjadi genarasi yang unggul dan berdaya saing.

“GenBI memiliki kegiatan yang akan meningkatkan kapasitas penerima beasiswa BI diantaranya Capacity Building, Leadership Camp, pelatihan personal branding, Pelatihan Public speaking dan lain sebagainya, untuk itu diharapkan agar memanfaatkan kegiatan tersebut dengan sebaik mungkin”, Jelasnya.

Soekowardojo menambahkan, Bank Indonesia (BI) akan senantiasa memberikan dukungan kepada GenBI atas pelaksanaan berbagai program kerjanya sebagai wujud kontribusi mereka untuk negeri.

BI juga memberikan Rp10 juta per tahun yang diperuntukkan untuk biaya Pengelolaan Program dan Pembinaan Komunitas di masing-masing perguruan tinggi tersebut.

“Kami sampaikan bahwa selama tahun 2018/2019 ini GenBI telah melaksanakan berbagai program kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat antara lain GenBI Indonesia bersih seperti, menanam pohon dan memberikan filter air minum di Kab. Demak. GenBI Mengajar, GenBI Berbagi Takjil, Bedah Buku, dan banyak lainnya”, Tambahnya.

Diakhir sambutannya, ia mengatakan bahwa ke depan BI akan membuka peluang bagi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tersebut untuk bisa bekerja di BI.

“Mulai tahun ini akan mencoba talent spotting dari perguruan tinggi, kita cari yang benar-benar berprestasi dan mau bekerja di BI. Bisa saja dari mereka Genbinya atau luar bisa masuk ke BI,” Tutupnya. (Siti Rohmah)

Tinggalkan Komentar