Diambil dari akun IG demauinws_official

Semarang – Pembubaran acara shalawatan di masjid walisongo kampus 3 berhasil menjadi trending topik di kalangan mahasiswa Semarang. Acara shalawatan yang diadakan Barisan Pecinta Rasulullah (BaPeR) dibubarkan paksa oleh beberapa orang yang menyatakan dari organisasi intra dan ekstra, Rabu (04/09).

Menanggapi topik tersebut, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo Semarang Pryo Ihsan Aji memberikan pernyataan sikap terkait peristiwa tersebut. Salah satu yang menjadi pernyataan Pryo Ihsan Aji adalah organisasi ekstra dilarang masuk ke kampus atas dasar SK No. 26/Dik-Ti/Kep/2002.

“Melihat kegaduhan yang terjadi beberapa hari ini antara mahasiswa dan organisasi ekstra HMI, maka dengan ini Dema UIN Walisongo Semarang menyatakan sikap: Sesuai dengan SK No 26/Dik-Ti/Kep/2002 melarang segala bentuk kegiatan organisasi ekstra yang diadakan di dalam kampus,” pernyataan sikap Dema UIN Walisongo.

Ketua Bidang PTKP HMI Korkom Walisongo Abdurrahman Syafrianto merasa aneh dengan pernyataan Dema UIN Walisongo. Keanehan itu ada pada landasan konstitusi yang digunakan Dema UIN Walisongo. Abdurahman sangat menyayangkan sekelas Ketua Dema tidak tau aturan terbaru terkait mahsiswa yang dikeluarkan Menristekdikti .

“Saya kadang aneh dengan pernyataan Bang Pryo. Masa sekelas Ketua Dewan Mahasiswa tidak tau aturan terbaru yang dikeluarkan Menristekdikti yang secara jelas telah memberikan lampu hijau kepada organisasi ekstra untuk masuk kampus. Tolong sampaikan kepada Bang Pryo agar membaca Permenristekdikti No 55 Tahun 2018. Semoga saja tercerahkan,” tutur Abdurrahman. (Alamsyah)

Tinggalkan Komentar