Foto bersama dengan Wakil Gubenur Jateng, Pemerintah Provinsi, Jajaran Direksi Bank Indonesia Jateng, serta peserta Talkshow Kebangsaan

Semarang, Hariansemarang.com – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jawa Tengah bersinergi Garda NKRI Jateng mengadakan Talkshow Kebangsaan di Ruang Lokapala Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah pada 30 Juli 2019 dengan tema “Merajut Persatuan Pemuda dalam Membangun Jawa Tengah”.

Acara dimaksud dihadiri oleh banyak Tokoh Nasional, pejabat penting dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah, para pejabat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, serta mahasiswa Generasi Baru Indonesia (Penerima beasiswa BI) termasuk mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Tengah. Para hadiri begitu antusias dalam menghadiri kegiatan Talkshow Kebangsaan.

Dalam pembukaan Talkshow, hadir langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah KH. Taj Yasin Maimoen didampingi Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Sinoeng Noegroho Rachmadi beserta jajaran rombongan pemerintah provinsi serta dibuka pula dengan sambutan dari Pimpinan Kantor PErwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Anton Daryono.

Sedangkan sebagai pemateri Talkshow hadir tokoh Nasional Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI). Selain itu, hadir pula representasi Millenial inspiratif yang mempunyai pengalaman internasional di bidang pendidikan yang menjadi Direktur Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Indonesia di Tiongkok (PPI Tiongkok) serta Ketua Pemuda Jateng/DPD KNPI. Kepolisian Daerah Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Binmas Polda Jateng pun turut hadir memeriahkan acara tersebut.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimoen dengan bangga memberikan apresiasi kepada GenBI Jawa Tengah, Garda NKRI serta Kantor Perwakilan Bank Indonesai Prov. Jawa Tengah atas terselenggaranya kegiatan ini. Taj Yasin menyampaikan, pemuda/mahasiswa mempunyai peranan penting dalam kemajuan pembangunan daerah. Saatnya mahasiswa berkreatifitas untuk memberikan ide dan gagasannya demi kemajuan Bangsa.

“Dengan adanya kegiatan positif ini, anak muda diharapkan mampu memahami kebhinekaan Indonesia dan secara khusus di Jawa Tengah. Pemuda jangan sampai bosan apalagi malas untuk mempelajari sejarah Indonesia dan ideologi pancasila, sehingga mampu mengimplementasikan nilai-nilai pancasila secara sosial maupun personal,” ujar Wakil Gubernur.

Selanjutnya, menurut Anton Daryono, Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah saat memberi sambutanya, program Bank Indonesia di bidang pemberdayaan mahasiswa atau Pemuda sangatlah banyak seperti misalnya Program Sosial Bank Indonesia berupa beasiswa dan pembinaan yang intensif kepada mahasiswa berprestasi dan mahasiswa yang dinilai memiliki kendala finansial. Bank Indonesia juga menginginkan ikut andil dan berkontribusi secara nyata dalam perkembangan mahasiswa.”

Anton menambahkan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah selain konsisten memberi beasiswa, juga berkomitmen menyiapkan kaum muda untuk dibentuk karakternya menjadi pribadi yang intelektual dan profesional dalam segala bidang sehingga mahasiswa benar-benar mampu bersaing setelah selesai masa studinya.

“Hampir semua kampus negeri di Jawa Tengah telah bekerjasama dengan Bank Indonesia dalam bentuk program pemberian beasiswa. Untuk wilayah Jawa Tengah, Bank Indonesia telah memberikan beasiswa kepada Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, UIN Walisongo, IAIN Salatiga, IAIN Pekalongan, Universitas Negeri Solo, IAIN Surakarta, IAIN Purwokerto, dan Universitas Jenderal Soedirman,” ujar Anton.

Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah juga menyampaikan bahwa dalam menyiapkan mahasiswa berdaya saing tinggi, para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa yang tergabung di wadah komunitas bernama GenBI, dibina oleh Bank Indonesia secara langsung dan intensif dan diberikan fasilitas penuh oleh BI untuk mengeluarkan kreativitas inovasinya dalam segala hal. Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan dukungan pada program kerja GenBI di bidang ekonomi seperti program kewirausahaan, pengembangan start up. Sedangkan di bidang sosial terdapat beberapa program kerja GenBI Mengabdi, seperti santunan anak yatim, membantu masyarakat sekitar saat terjadinya musibah hingga membentuk desa binaan.

Dalam kegiatan tersebut, tokoh nasional Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia  (DPP KNPI) Haris Pertama turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang menjadi bagian dari peranan penting stakeholder pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa melalui beasiswa dan pembinaan intensif.

“Atas nama lembaga DPP KNPI, kami pemuda Indonesia sangat mengapresiasi peran Bank Indonesia yang sangat strategis, menyadari bahwa mempertsiapkan dan mencerdaskan mahasiswa untuk masa depan pemudanya. Mengingat kita akan mengalami bonus demografi dimana usia produktif banyak dan melimpah. Usaha pemberian beasiswa seperti ini juga merupakan bagian dari tugas negara dan stakeholder pemerintah”. Ujar Haris

Haris menambahkan, forum seperti ini harus lebih sering digalakkan. Karena selain sebagai wadah untuk bertukar fikiran, mengeluarkan ide-ide yang produktif untuk perkembangan pemuda, acara seperti ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi untuk pemerintah agar saat mengeluarkan kebijakan mengenai pemberdayaan kaum muda/mahasiswa tepat sasaran serta bermanfaat bagi pemudanya itu sendiri.

Menurut Nur Hamdi dalam sambutannya mewakili GenBI dan Garda NKRI Jateng, kegiatan Talkshow Kebangsaan ini merupakan langkah nyata para pemuda/mahasiswa yang selalu menginginkan persatuan, menghargai perbedaan, menghayati serta mengamalkan nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. “Penduduk usia muda (produktif) sangat banyak, apalagi sebentar lagi bonus demografi usia produktif sangat tinggi. Jangan sampai salah mengelola”, Ujar Hamdi.

Menurut Hamdi, pemuda/mahasiswa menjadi peranan penting dalam kemajuan negara terutama di daerah. Ada satu kekhawatiran, saat pemuda mulai hilang arah tujuannya. Lebih sibuk bertengkar, berbicara kasar di medsos, saling bully serta kurang menghargai kebhinekaan dan nilai Pancasila.

“Sangat terlihat jelas bahwa hari ini persatuan Pemuda kurang. Diharapkan pemuda selalu mengembangkan potensi, berinovasi, kerkontribusi dalam kemajuan bangsa terutama Jawa Tengah. Tentunya semua akan terwujud manakala Pemprov serta stakeholder terkait benar-benar memberikan layanan terbaik bagi kemajuan pemudanya”. Ujar Hamdi

Kegiatan ini diapresiasi langsung oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah melalui wakil Gubernur dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah karena melihat antusiasnya para mahasiswa dari berbagai macam kampus yang bukan hanya dari semarang saja, tetapi se-Jawa Tengah. Pemprov Jawa Tengah juga ingin mengundang GenBI Jateng bersilaturahim untuk melakukan audiensi bersama dalam rangka bertukar ide demi menciptakan pemuda Indonesia yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.(HS)

Tinggalkan Komentar