Yogyakarta, Hariansemarang.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, STAINU Temanggung mengirim dua dosen untuk mengikuti Seminar Nasional pada Jumat (5/4/2019) yang digelar Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta. Dua dosen itu yaitu Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda dan M Fadloli Alhakim dosen PGMI STAINU Temanggung. Selain mereka, hadir tamu undangan dari unsur Perguruan Tinggi NU (PTNU) se Jateng dan DIY, dosen UAA dan dosen lain di wilayah DIY.

Seminar Nasional Peningkatan Kualitas Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) yang dilaksanakan di ruang teater itu mendatangkan Direktur Pembelajaran Dikti Kemristek Dikti, dan Rektor Universitas Terbuka Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D.

Rektor Universitas Alma Ata Dr.H.Hamam Hadi, MS., Sc.D.,Sp.GK., menegaskan bahwa era saat ini dibutuhkan pembelajaran Daring yang harua direspon perguruan tinggi. “Beliau berdua adalah orang yang bertanggungjawab atas kebijakan pembelajaran daring di bawah Kemenristek Dikti. Sedangkan yang kedua, beliau ini adalah praktisi nomor wahid di negeri,” katanya.

Pembelajaran daring tidak boleh nabrak-nabrak, kata dia jika nabrak-nabrak, Indonesia malah tidak maju. “Maka seminar ini bertujuan memahami kebijakannya, dan teknis pembelajarannya,” lanjut dia.

Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa pembelajaran Daring sudah diterapkan di STAINU Temanggung meski belum maksimal. “Era disrupsi seperti ini, mau tidak mau ya kita harus minimal menerapkan blended learning atau hybrid learning. Apalagi rata-rata mahasiswa saat ini didomininasi generasi milenial yang semuanya memiliki gawai,” beber dia.

Pihaknya berharap, adanya seminar itu memberikan dampak positif bagi pengembangan institusi terutama dalam melakukan akselerasi pembelajaran di kampusnya. (HS33/Hi)

Tinggalkan Komentar