Cibubur, Hariansemarang.com – Kehadiran Ketua PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muhamad Muzamil dan Sekretaris PWNU Jawa Tengah Gus Hudallah melahirkan spirit bagi tim Sakoma NU se Jawa Tengah dan Pimpinan Kontingen (Pinkon) dari masing-masing daerah yang mengikuti Pergamanas II 2019, Kamis (21/2/2019). Kehadiran orang penting di PWNU Jateng ini dimanfaatkan dengan menggelar rapat koordinasi di sekretariat Sako Ma’arif NU Jateng di komplek Buperta Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Dalam pengarahannya, Ketua PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muhamad Muzamil menegaskan PWNU bersyukur bahwa utusan Jawa Tengah dapat mengikuti Pergamanas. Pihaknya menyampaikan sejumlah pesan kepada semua Pinkom dan Tim Sakoma NU Jateng bahwa Sako Ma’arif menjadi wahana ideologisasi Aswaja Annahdliyah. “Pertama adalah ideologisasi, bersumber dari ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah,” katanya di hadapan puluhan Pinkon yang didampingi Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah R. Andi Irawan.

Kedua, katanya, penjaminan mutu di Ma’arif Jawa Tengah termasuk Satuan Komando Ma’arif, yang kemarin dilepas 780 peserta oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan yang daerah lain dilepas pemerintah daerahnya masing-masing.

Pihaknya mengharap sinergi Ma’arif dengan pemerintah terus dilanjutkan untuk jangka panjang. “Kita harus memiliki keunggulan komparatif. Jawa Tengah ini keuggulannya apa. Termasuk yang utama adalah tahfidz, tartil, pemahaman baik tentang Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah dan prestasi akademik lainnya,” lanjutnya.

Dalam pengarahannya, Sekretaris PWNU Jawa Tengah Gus Hudallah Ridwan juga menambahkan, bahwa kegiatan Pergamanas sebagai even nasional harus disempurnakan oleh semua tim Sakoma NU Jateng. “Kita tidak boleh menyalahkan dengan kondisi lapangan, pelajaran terbesar dalam even seperti ini adalah menahan diri,” bebernya.

Kebersamaan seperti ini, katanya, harus kita jaga. “Pertemuan seperti ini menjadi untuk silaturahmi, berbagi informasi, menyatukan visi,” tegasnya.

Menurutnya, Allah akan menolong umat Islam yang tetap menjunjungtinggi persatuan dan kesatuan. Usai pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog antara PWNU Jawa Tengah, LP Ma’arif NU Jateng sekaligus Sako Ma’arif NU Jateng dan Pinkon. (Ibda).

Tinggalkan Komentar