Surakarta, Hariansemarang.com – Deklarasi Mahbubian & Grand opening sekolah jurnalistik dan diskusi pemikiran pendiri PMII, Mahbub Djunaidi, yang diselanggarakan oleh PMII Komisariat Raden Mas Said IAIN Surakarta Cabang Sukoharjo pada Sabtu, 26 Januari 2019 di Lincak Kopi Kartasura.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber antaranya Isfandiari MD putra Mahbub Djunaidi, Iwan Rasta penulis buku yang bertajuk judul Bung dan juga Yankee Ketua MD Center.

Acara ini selain sebagai grand opening sekolah jurnalistik juga sebagai deklarasi dan juga diskusi tentang kiprah, pemikiran Ketua Umun PB PMII pertama kali itu. Kegiatan yang di hadiri oleh pelbagai komisariat baik dari Jawa Tengah dan yang lainya.

Dalam dialognya banyak dituturkan sejarah sumbangsih di pelbagai lini untuk negri ini baik dari pemikiran maupun gerakan yang ia buat.

Waktu saya kecil (Isfandiari; Putra Bung Machbub), ketika itu tepatnya di sebuah penjara dikenalkan oleh bapaknya dengan Bung Tomo. “Kamu tahu nggak, ini siapa?, ini adalah Bung Tomo yang bisa mengalahkan dua jendral Inggris di Surabaya”.

Aku hanya kagum bisa merasakan kekaguman dan berkata “wah hebat sekali”. Kemudian Bung Machbub melanjutkan pembicaraanya dengan humor yang ditunjukan ke Bung Tomo “Hei bung, kamu kok kasihan sekali ya, hebat di Surabaya, tapi ujung-ujungnya hanya jadi tukang masak di penjara”. Kebetulan waktu itu Bung Tomo sedang memasak, kemudian jatuhlah tawa diantara mereka semua.

Meskipun Bung Machbub benci Amerika, waktu itu tiga hari sebelum tragedi perbutan paksa kekuasaan oleh ORBA, kedubes Amerika di Indonesia datang ke rumah Bung Machbub.

“Meskipun banyak Intel yang mengawasi rumahmu, agenda kami kesini sebenarnya hanya ingin menunjukan bahwa anda tidak akan hilang di dunia Internasional”. Begitu kata Kedubes Amerika.

Ada sedikit dialog yang di sampaikan juga bahwa Mahbub Djunaidi. Kenapa menulis sejarah adalah untuk bangsa ini agar melek sejarah. Biasanya seperti itu, tetapi untuk Bung Machbub Djunaidi; “Kenapa menulis sejarah? Agar ahli sejarah ada mata pencaharianya.” Tersirat sangat dalam makna yang terkandung dalam kalimat tersebut. (HS10/Usman).

Tinggalkan Komentar