Demak, Hariansemarang.com – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah mengajak jamaah pengajian untuk menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan gubernur 2018. Ia menjelaskan hal itu dalam Pengajian Umum dalam Rangka Nuzulul Quran yang menghadikan Asna Dzurofa Finalis AKSI Indonesia tersebut.

“Jangan sampai golput. Bapak ibu semua saat sekarang berhak menentukan sendiri pemimpinnya,” ujar Ida saat menghadiri pengajian rutin di Bogosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Kamis (7/6/2018) malam.

Pilgub Jawa Tengah pada lima tahun silam, kata Ida, partisipasi pemilih sangat rendah. Karena itu, dirinya mengajak semua masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk menyalurkan aspirasinya.

“Apa yang diatur saat ini tentu harus disyukuri. Karena tidak semua negara memberi kesempatan kepada warganya untuk kelola dan tentukan pemimpinnya sendiri,” terang Ida.

Mantan ketua umum Fatayat NU ini juga sempat menanyakan, apakah ada warga yang tidak memberikan hak pilih karena tidak memberi uang? Beberapa warga menjawab betul, dengan tertawa.

“Disangoni, paling hanya buat beli es. Nanti malah bisa bikin batuk,” kata Ida disambut tawa jamaah pengajian.

Pendamping Sudirman Said dalam Pilgub ini menegaskan, agenda Pilgub harus dijadikan momentum bagi masyarakat untuk turut serta menentukan provinsi ini ke depan.

“Apalagi saat Pilgub nanti juga jadi hari libur. Jadi jangan sampai pertaruhkan nasib Jawa Tengah ini dengan puluhan ribu rupiah yang diberikan,” kata Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini.

Menurut Ida, sudah saatnya ikut memberikan hak pilih dalam Pilgub itu diniati ibadah.

“Jawa Tengah ini harus dapatkan pemimpin yang bisa membawa masyarakatnya mendapat barokah,” katanya.

Salah satunya, jelas Ida, apabila masyarakat setempat bertaqwa, dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama.

“Dengan cara apa? Pemimpinnya beri kesempatan, dan punya komitmen menjadikan provinsi ini religius,” tandasnya.(Red-HS33/hrs).

Tinggalkan Komentar