Oleh Nugroho SBM

Nilai Tukar rupiah terhadap dolar AS akhir-akhir ini kembali merosot atau mengalami depresiasi. Kurs rupiah bahkan mendekati Rp 14.000 per dolar AS.Terdepresiasinya rupiah terhadap dolar AS ini tentu perlu diwaspadai oleh BI dan pemerintah. Pasalnya, utang luar negeri Indonesia masih tinggi- lebih-lebih saat ini utang tersebut digunakan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur- dan juga ketergantungan terhadap impor juga tinggi. BI kabarnya juga sudah melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mencegah kurs rupiah/ dolar AS merosot lebih tajam.

Lalu mengapa kurs rupiah terhadap dolar AS akhir-akhir ini merosot. Jika melihat faktor internal (di dalam negeri) maka faktor internal ini baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap di atas 5 persen. Inflasipun terjaga di bawah 4 persen.

Maka faktor yang menyebabkan terdepresiasinya rupiah terhadap dolar AS adalah Faktor Eksternal. Faktor eksternal  yang paling utama adalah pernyataan Gubernur The Fed (Bank Sentral AS) bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan dalam dolar AS sebanyak 4 (empat) kali di tahun 2018 ini. Pernyataan ini diantisipasi oleh para pemegang uang dengan menukarkan rupiah yang dimiliki ke dolar AS karena jika bunga dalam dolar AS naik maka akan lebih menguntungkan memegang dolar AS dibanding memegang rupiah. Akibatnya permintaan dolar AS naik. Dengan suplai atau pasokan dolar AS atau dikenal dengan cadangan devisa yang tetap maka nilai tukar dolar AS terhadap rupiah akan naik atau nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun.

Lalu langkah apa yang perlu dilakukan BI dan pemerintah. Pertama, sudah benar bahwa BI sudah harus melakukan intervensi berupa melepas cadangan devisa ke pasar valuta asing. Kedua,  upaya mendorong ekspor untuk memperkuat stok dolar AS atau devisa perlu terus dilakukan antara lain dengan terus melakukan debirokratisasi di pelabuhan. Ketiga, jika perlu BI perlu mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuannya untuk mengimbangi kenaikan suku bunga acuan The Fed.

 

-Dr. Nugroho SBM, Msi, Staf Pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang.

Tinggalkan Komentar