Semarang, Hariansemarang.com – Bakal calon gubernur Jateng Sudirman Said yang juga Ketua Sinkronisasi Pemenangan Gubernur DKI Jakarta Anis-Sandi, berupaya mengadopsi strategi pemenangan Pilkada DKI untuk dibawa pada Pilgub Jateng 2018.

Bukan mengarah pada kampanye hitam, seperti isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang kerap diisukan, tapi lebih menyentuh membangun masyarakat marginal dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Angka kemiskinan di Jateng tinggi, bahkan petahana Gubernur Ganjar Pranowo keceplosan mengakui tidak bisa mengatasi kemiskinan di Jateng,” katanya, usai temu tokoh agama Katolik di Keuskupan Griya Retret Paseban Semarang, Minggu (4/2).

Isu kesejahteraan akan dibawa Sudirman dengan program Satu Kecamatan Seratus Usahawan (SKSU), program ini mirip milik Anis – Sandi yakni One Kecamatan One Center Enterpreneurship (OK OCE).

“Itu ide untuk menumbuhkan unit usaha seantero Jateng, dan itu branding kita, SKSU, karena harus mendorong meciptakan unit usaha tiap kecamatan,” ujarnya.

Program SKSU akan membuat co-working space yang tidak hanya membantu secara fisik, tapi juga memberikan dukungan modal, akses market, dan mentor pelatihan bagi pengusaha.

“Sasarannya adalah anak muda, memfasilitasi dengan memberikan modal, mempertmaukan dengan investor, tempat kerja, working space dan tentunya dengan pelatihan. Ide nya masih terus digodok,” paparnya.

Sudirman merasa, tingginya kemiskinan di Jateng bukan sebagai titik kelemahan dan kekurangan. Melainkan sebuah kesempatan untuk berbuat lebih baik dengan pembaharuan.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jateng hanya 6,9, jauh dibawah IPM rata-rata nasional 7. Padahal potensi Jateng sangat besar, berada ditengah, kemana saja dekat, ini akan menjadi kesampatan kami membawa Jateng lebih baik dengan SKSU,” kata Sudirman. (red-HS33/hrs).

Tinggalkan Komentar