Semarang, Hariansemarang.com – Amir Machmud NS Ketua PWI Jateng menegaskan bahwa media siber saat ini didominasi bermazhab jurnalistik emoji. Artinya, banyak media siber berlomba-lomba kecepatan bukan pada isi dan eksotika kata.

 

Pihaknya menegaskan bahwa media siber sekarang harus membaca sejarah orang-orang besar seperti yang lahir di Jawa Pos, Kompas, bahkan Suara Merdeka yang eranya berbeda dengan saat ini.

 

“Era siber memang menggeser substansi, kata, dan narasi dari sebuah berita. Pesan itu sampai dan lebih penting adalah lebih cepat sampai. Di sinilah perbedaan media yang prinsipnya tetap mengutamakan nilai-nilai jurnalistik, bahasa, diksi dan tidak sekadar simbol emoji,” ujar dia dalam Pelantikan dan Seminar Nasional bertajuk “Peran Media Siber di Era Digital” yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng periode 2017-2022, Sabtu (28/10/2017) di lantai 8 Gedung Moch. Ikhsan Balaikota Semarang, Jawa Tengah.

 

Menurut dia, tidak ada media tanpa ada kata, baik itu digital maupun non digital. “Tidak ada kalimat tanpa kata. Tanpa kata tidak akan pernah ada berita. Tanpa kata tidak akan pernah ada media. Tidak rasa yang disampaikan kepada para pembaca tanpa kata,” beber dia.

 

Ia menjelaskan, bahwa kata-kata yang diungkapkan dengan rasa dan etika. Dalam kesempatan itu, hadir pula Dr. Noor Achmad anggota DPR RI, Theodorus Yosep Parera Ketua Peradi Semarang Jateng, Pengurus SMSI Pusat dan Dr. Jawase Hafiz dosen Fakultas Hukum Unissula yang didapuk sebagai moderator. (Red-HS99/HI).

Tinggalkan Komentar