Sragen, hariansemarang.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta para pedagang untuk menghindari meminjam uang dari rentenir. Sebagai gantinya, pedagang bisa memanfaatkan program kredit mudah dan murah dari bank pemerintah.

Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo saat blusukan di Pasar Bunder Sragen, Kamis (8/6/2017).

Di hadapan para pedagang, Ganjar mengingatkan bahwa pemerintah hadir untuk meringankan beban masyarakat, termasuk salah satunya dalam akses permodalan.

Ganjar sempat berbincang dengan para pedagang tentang akses permodalan. Bahkan dia sempat menanyai sejumlah pedagang yang masih suka hutang di rentenir. Pedagang pun menceritakan beban cicilan dan bunga yang memberatkan jika meminjam uang rentenir.

Pedagang diingatkan bahwa Pemrov lewat Bank Jateng mempunyai program Mitra Jateng 25 yang merupakan kredit termurah dengan bunga paling rendah. Mematok bunga 7 persen, kredit maksimal Rp 25 juta ini diakui sebagai kredit dengan bunga paling rendah di Indonesia.

“Silahkan pedagang memanfaatkan kredit ini. Syaratnya mudah dan bunganya ringan kok,” ujarnya.

Terkait persyaratan, jelas Ganjar, pedagang hanya cukup mencantumkan surat keterangan usaha dari desa setempat. Pedagang juga cukup menghubungi petugas Bank Jateng terdekat, dan nantinya akan didatangi dan diproses pengajuan kreditnya.

“Bahkan saya punya program baru lagi, yakni kredit usaha mikro Rp 1 juta. Silakan pedagang bisa meminjam Rp 1 juta dengan cicilan yang sangat ringan karena bunga hanya 3 persen,” tandasnya.

Daripada meminjam uang di rentenir, tambah Ganjar, pedagang bisa memanfaatkan program itu. Terutama buat pedagang kecil yang butuh tambahan modal sedikit, bisa mengambil kredit murah tersebut.

“Silakan mau pinjam Rp 1 juta juga dilayani. Cicilan dan bunganya dijamin tidak memberatkan,” tambahnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bunder Sragen, Giyanto menyambut baik program guburner terkait akses permodalan ini. Khusus kredit mikro Rp 1 juta, diyakini pedagang akan banyak tertarik.

“Kami mendukung program ini karena bisa menekan praktik rentenir. Saat ini, setiap hari lebih dari 25 rentenir berkeliaran di Pasar Sragen,” tuturnya. (Red-HS)

Tinggalkan Komentar