Semarang, hariansemarang.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pertumbuhan literasi keuangan Jawa Tengah cukup menggembirakan bahkan lebih tinggi dibandingkan nasional.

“Untuk tingkat literasi Jawa Tengah pada awal tahun 2013 di level 19,25 persen, angka ini naik menjadi 33,51 persen di tahun 2016,” kata Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo di Semarang, Rabu.

Sedangkan untuk pertumbuhan tingkat literasi keuangan secara nasional, jika pada tahun 2013 di level 21,84 persen, pada tahun 2016 naik menjadi 29,66 persen.

Pertumbuhan ini juga terlihat dari sisi inklusi keuangan. Dia mengatakan untuk tingkat inklusi keuangan di Jawa Tengah lebih tinggi dibandingkan nasional.

Berdasarkan data dari OJK, untuk tingkat inlusi keuangan secara nasional pada tahun 2013 di level 59,74 persen, sedangkan pada tahun 2016 naik menjadi 67,82 persen.

Selanjutnya, untuk tingkat inklusi keuangan di Jawa Tengah pertumbuhannya lebih tinggi yaitu dari 41,03 persen di tahun 2013 menjadi 66,23 persen di tahun 2016.

“Padahal pada tahun 2013 OJK belum ada kantor regionalnya di Jawa Tengah, kami baru ada kantor di Jakarta. Dengan adanya pencapaian ini tentu kami sangat mengapresiasi upaya dari OJK Kantor Regional Jawa Tengah dan DIY dalam rangka terus meningkatkan literasi dan iklusi keuangan,” katanya.

Untuk diketahui, mengenai inklusi ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menargetkan pada tahun 2019 angka inklusi secara nasional bisa mencapai 75 persen.

“Tentu ini harus dibarengi dengan upaya yang optimal oleh seluruh Kantor Regional OJK. Keduanya yaitu literasi dan inklusi harus sama-sama meningkat karena dampaknya akan positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” katanya, sebagaimana dilansir antara. (Red-HS)

Tinggalkan Komentar