Suasana kegiatan Jam’iyyah Miftahul Huda, Kamis malam (1/12/2016).

Kudus, Harianjateng.com – Selama ini jam’iyyah menjadi hal yang sangat banyak dipakai menjadi sarana kumpul dan berdialog antar sesama masyarakat. Apalagi dikalangan NU hal tersebut menjadi hal yang sangat wajar dilakukan.

 

Di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terdapat  Jam’iyyah yang sudah lebih dari 30 tahun berdiri dan sampai saat ini masih terlihat eksistensinya.

 

Miftahul Huda begitulah nama Jam’iyyah yang didominan oleh anak-anak Usia SD hingga Dewasa. Dari tahlil,pembacaan Asma’ul Husna hingga pembacaan Maulid sebagai acara inti Jam’iyyah.

 

Fatkan mengakui dari kecil hingga sampai dewasa, sekarang ia masih aktif di Jamiyyah Miftahul Huda. “Saya lebih memanfaatkan waktu pada malam jum’at untuk kegiatan yang lebih positif,apalagi besuknya adalah hari jum’at, di mana Hari jum’at sebagai bendoronya (kepalanya) hari dimana umat muslim  melakukan banyak hal sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad,” beber dia.

 

Dibina oleh Ustadz Chumaidi yang tiap malam jum’at tidak pernah absen dan selalu memberi tausiah pada seluruh anggota.

 

Malam ini, Kamis (1/12/2016), Ustadz Chumaidi memberikan tausiah hukum sholat jum’at,mengingatkan anak-anak yang sudah baligh (usia remaja) wajib melaksanakan sholat jum’at karena hukumnya ialah Fardhu ain.

 

Ustadz Chumaidi juga menambahkan, dengan jelas tata cara bagaimana prosesi sebelum sholat Jum’at untuk laksanakan mandi sunnah. “Lalu sholat sunnah tahiyyatal masjid,i’tikaf dan mendengarkan khatib saat berkhotbah,” beber dia.

 

Beliau Ustadz Chumaidi pula ingatkan pada anak-anak untuk tidak ramai ketika berada di Masjid dan tertib. (Red-HJ99/Fthdn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here