Semarang, Hariansemarang.com – Penundaan terpidana mati beberapa pekan lalu membuat masyarakat indonesia bertanya mengapa hal tersebut terjadi, Terlebih pernyataan Haris Azhar yang menyatakan banyak aparatur negara terlibat dalam peredaran Narkoba di Indonesia.

Pertanyaan tersebut membuat Gerakan Pemuda yang terdiri dari HMI, PMII, KAMMI, IMM, GRANAT, dan Gema Pembaruan menggelar aksi damai ang dilaksanakan pada kamis 11/08/2016 di Kejati Jawa Tengah dan Polda Jawa Tengah.

Aksi damai tersebut sebagai bentuk prihatin masyarakat Indonesia terhadap tertundanya pidana mati kasus narkoba, Ahwani selaku koordinator aksi mengatakan kita harus menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia merupakan negara yang benar-benar telah berdaulat di bidang hukum, maka dari itu pemerintah Indonesia harus mempercepat eksekusi terpidana mati yang sempat tertunda, kami siap mengawal kasus terpidana mati, tuturnya.

Dalam aksi tersebut disambut hangat oleh Kejati Jawa Tengah, Kejati meminta agar masyarakat Indonesia sabar menunggu keputusan kejaksaan agung, soal penundaan terpidana mati hanyalah masalah teknis, tidak ada interfensi dari pihak manapun dan pasti akan dilaksanakan.

Usai pernyataan dari kejaksaan tinggi disampaikan kemudian para demonstran melanjutkan aksinya ke Polda Jawa Tengah untuk memberi pernyataan lebih lanjut.

(Red. HS/Habibi)

Tinggalkan Komentar