Ungaran, Harian Semarang – Puluhan ribu Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah terpaksa dinonaktifkan atau tidak bisa digunakan.
Alasan penonaktifan KIS-PBI tersebut dikarenakan masalah nama ganda, meninggal dunia maupun disebabkan penerima telah menjadi peserta mandiri.

Kabid Perselisihan Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang, Harnoto, Rabu (3/2/2015) di Ungaran, Kabupaten Semarang mengatakan bahwa adanya nama ganda dikarenakan saat pendataan awal belum menggunakan NIK.
Selain itu, ada anggota dalam satu keluarga yang awalnya menjadi peserta KIS-PBI setelah bekerja mendapat KIS dari perusahaan tempatnya bekerja.
“Data peserta KIS-PBI dinamis, karena ada yang meninggal dunia, sudah mampu menjadi peserta KIS mandiri, atau pindah alamat. Tahun ini kita akan melakukan validasi data melibatkan camat, desa dan TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan),” ujar dia.
Sementara itu, Juliansyah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Kabupaten Semarang, mengatakan bahwa berdasarkan hasil verifikasi dan validasi, KIS-PBI yang tidak aktif tersebut tersebar di Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan Kota Salatiga.
“Paling banyak di Kendal ada 22.715 (KIS-PBI) kartu yang tidak aktif. Disusul Salatiga 600 kartu dan di Kabupaten Semarang ada 311 kartu,” ujar Juliansyah, dalam konferensi pers di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (3/2/2016).
Pihaknya juga mengatakan bahwa keluhan yang paling banyak masuk adalah mengenai data peserta tidak sesuai nama, tempat tinggal, NIK, alamat dan fasilitas kesehatan tingkat satu. Totalnya ada 229 laporan.
“Kita carikan solusinya kalau ternyata hasil verifikasi dan validasi dianggap mampu membayar sendiri untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan mandiri,” beber dia.

Sebab, lanjut dia, kepesertaan JKN-KIS bersifat wajib, (tetapi) kartu tanda kepesertaan KIS yang sudah diterima agar disimpan karena dapat digunakan kembali setelah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS mandiri. (Red-HS99/Kompas).

Tinggalkan Komentar