Semarang, Harian Semarang – Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Meidiana Kuswara, Rabu (13/1/2016) mengatakan bahwa karaoke liar di kawasan Semarang Timur akan segera ditertibkan.

Pihaknya mengatakan, bahwa menjamurnya sejumlah karaoke liar yang bermunculan di Kota Semarang, terutama di sepanjang Jalan Unta Raya, dan Tanggul Indah, yaitu lokasinya di sekitar Kali Banjir Kanal Timur, kemunculan karaoke liar ini disinyalir menimbulkan rawan kejahatan, sehingga mengganggu ketertiban umum bagi masyarakat.

Karena, sumber kejahatan dipicu dengan minum-minuman keras miras dan narkoba, bahkan belum lama ini terjadi tindakan kriminalitas yang berujung pembunuhan.

“Kami selain berkoordinasi dengan Satpol PP yang merupakan leading sektor penegakan Perda, juga melibatkan Kodim 0733 Kota Semarang, aparat kepolisian serta Propam yang juga ikut mendukung penertiban ini,” ujar Meidiana Kuswara Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang dalam rapat koordinasi dengan pihak-pihak dinas terkait, dalam upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) pemerintah kota terhadap tempat hiburan liar tersebut, di Gedung DPRD Kota Semarang, Rabu (13/1/2016).

Pasalnya, lanjut Meidiana, dengan adanya tempat karaoke liar ini akan berakibat negatip pada masyarakat usia dini.

“Saya minta Satpol PP segera bergerak cepat untuk mengatasi hal ini, karena tempat tempat itu tidak memiliki ijin dan harus dibongkar,” tegas dia di hadapan peserta rapat koordinasi tersebut.

Seperti diketahui penertiban tempat usaha karaoke liar itu sudah pernah ditertibkan oleh Satpol PP Kota Semarang tak lama ini. Akan tetapi, sampai saat ini masih saja berjalan. Pasalnya, diduga ada oknum yang melindungi dibelakang usaha hiburan mereka yang dinyatakan ilegal alias bodong tak berizin.

Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang Kusnandir mengatakan bahwa 80 persen kejahatan bersumber dari miras.

Oleh karena itu, dewan memerintahkan pihaknya dalam waktu dekat ini melakukan penertiban karaoke liar, karena melanggar Perda, yang tak memiliki ijin IMB dan perda miras, sehingga menganggu ketertiban umum.

“Kami akan memberikan SP sampai ketiga dan somasi, jika hal itu tidak diindahkan pemilik usaha, kami akan menindak tegas dan langsung melakukan pembongkaran karaoke liar tersebut,” ungkap Kusnandir.

Kami menghimbau bahwa pemilik karaoke liar ini, lanjut dia, bisa mengontrak di tempat yang resmi serta memiliki izin, agar usaha mereka tidak terkena rasia lagi supaya tertata dengan rapi dan nyaman.

Langkah ini perlu didukung. Sebab, kehadiran karaoke di Kota Semarang makin menjamur jika tidak ada tindakan tegas dari pihak terkait. (Red-HS99/Ari).

Tinggalkan Komentar