Ahmad Fauzi (kanan) saat berfoto dengan salah satu peserta diskusi

Semarang, Harian Jateng – Ahmad Fauzi, penulis buku Agama Skizofrenia, mengajak untuk tak percaya kitab suci. Fauzi adalah salah satu mantan pengidap skizofrenia yang berhasil menulis tiga buku kontroversial.

“Mengapa kita tidak mencoba untuk hidup tanpa kitab suci? Bukankah cahaya batin yang menyala dalam diri kita sudah mencukupi? Mereka yang membebani diri dengan ritus dan kitab suci, dapat diumpamakan seperti manusia pesakitan yang menjadi tahanan moral dekaden,” ujar dia, Jumat (18/9/2015) di Semarang.

Anehnya, kata dia, mereka merasa nyaman hidup dalam kurungan. Mereka takut hidup bebas dn merdeka.

“Sungguh, alangkah nikmatnya hidup bebas, lepas dari penjara dogma,” ujar Fauzi.
Fauzi juga menilai, Tuhan sudah menghilang dari masjid, biara ataupun gereja. “Ia muak dengan para kiai, ustaz ataupun ulama ahli agama. Ia tidak lagi ditemukan dalam sujud doa dan kitab suci penuh dogma. Tuhan juga enggan menampakkan diri bersama cahaya,” papar dia.

Kini, kata dia, ia memilih bersemayan dalam gelap gulita. “Tuhan hadir dalam seonggok kotoran tai hina, simbol bagi mereka yang tersia-sia. Ia mengambil tempat yang menjijikkan lagi menajiskan. Tuhanku menTai bersama tetesan air mata, dari mereka-mereka yang dipecundangi oleh nasib dan kenyataan dunia,” papar dia.

Selama ini, Fauzi sudah menghasilkan tiga buku kontroversial. Buku pertama adalah Agama Skizofrenia, Delusi, Ketidaksadaran dan Asal-usul Agama. Kemudian direvisi dan diterbitkan kembali dengan judul Agama Skizofrenia, Kegilaan, Wahyu dan Kenabian.
Buku ketiganya berjudul Tragedi Incets Adam dan Hawa & Nabi Kriminal yang sangat kontroversial. Baca juga: Ini Sinopsis Buku Tragedi Incets Adam dan Hawa & Nabi Kriminal. (Red-HJ55/Foto: AF/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here