Suasana pasar sapi di Wonosobo, Senin (14/9/2015).

Wonosobo, Harian Jateng – Dikarenakan populasi atau jumlah sapi di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah menurun, Serayu Institute (SI) Wonosobo mendesak kepada Bupati Wonosobo dan Wakil Bupati yang terpilih dalam Pilkada Wonosobo 2015 nanti lebih serius memperhatikan sapi.

Tidak hanya di bidang pasar desa, akan tetapi Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo periode 2016-2021 nanti, juga diharapkan peduli dengan jalan rusak, sampah, pendidikan, pariwisata dan juga lapangan pekerjaan, sebab jumlah pengangguran di Wonosobo lumayan banyak.

Menurut Handoyo, peneliti Serayu Institute Wonosobo, ada dua sektor yang bisa memajukan ekonomi Wonosobo, yaitu pertanian dan peternakan.

“Keduanya saling berhubungan erat, sayang sesuai data sensus pertanian kedua sektor tersebut mengalami penurunan,” ujar dia.  Hal itu diungkapkan Handoyo di Wonosobo, Senin (14/9/2015) saat meneliti data perkonomian bidang pertanian dan peternanakan di Wonosobo yang saat ini sedang mengalami penurunan.

Handoyo juga menjelaskan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo, jumlah populasi sapi/kerbau di Kabupaten Wonosobo mengalami penurunan sebanyak 7218 pada tahun 2013. Data tersebut, bisa menjadi acuan bahwa kondisi populasi sapi/kerbau di Wonosobo menurun.
Sesuai data populasi sapi dan kerbau hasil PSPK di Kabupaten Wonosobo pada 2011, lanju t Handoyo, mencapai  31.634 ekor.

“Sementara itu, dari hasil sensus pertanian 2013, populasi sapi dan kerbau turun menjadi 24.416 ekor,” ungkap dia.

Dari analisis yang dikaji Serayu Institute, dengan membandingkan jumlah populasi sapi dan juga jumlah populasi kerbau di Wonosobo tahun 2011 dan 2013, jika dirinci menurut wilayah, kecamatan di Wonosobo yang memiliki sapi dan kerbau paling banyak adalah Kecamatan Watumalang.

Sebab, di Kecamatan Watumalang memiliki jumlah populasi sebanyak 4.161 ekor, kemudian selanjutnya Kecamatan Kepil 3.101 dan Kecamatan Sapuran sebanyak 2.887 ekor.

“Sedangkan Kecamatan yang memiliki sapi dan kerbau paling sedikit adalah Kejajajar dengan jumlah populasi sebanyak 220 ekor,” papar dia.

Dengan data tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo yang akan bertarung pada Pilkada Wonosobo 2015 nanti, iika lolos dan menang, maka diharapkan bisa meningkatkan jumlah sapi atau kerbau di Wonosobo. Hal itu menjadi masukan Serayu Institute untuk memajukan potensi peternakan di Wonosobo sebagai salah satu sektor pembangkit perekonomian rakyat. (Red-HJ55/Foto: Jam/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here