Pengurus Hikari

Semarang, Harian Jateng –  Banyak cara yang dilakukan mahasiswa untuk berperan aktif di dunia kesehata, salah satunya yang dilakukan beberapa mahasiswa Fakultas Ushuludin UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah membentuk Himpunan Keluarga Terapi (HIKARI) yang didedikasikan untuk umat dan bangsa.

Mereka menggelar Konggres Hikari, Rabu (9/9/2015) di Semarang yang menjadi awal pergerakan organisasi tersebut.

“Tujuan organisasi ini adalah terbinanya terapis professional, pengabdi yang bernafaskan kemanusiaan demi terwujudnya masyarakat yang sehat. Jadi asas organisasi kami adalah kemanusiaan. Dari dan untuk manusia. Meskipun status kami kebanyakan mahasiswa, anggota Hikari tidak terbatasi,” ujar Syarifudin, Ketua Umum Hikari terpilih.

Artinya, lanjut dia, semua orang boleh bergabung dengan syarat mau belajar dan berjuang bersama untuk sesama.

Hikari, menurut Ketua Umum tersebut ternyata juga sudah dirintis di wilayah Kendal dengan status cabang.  Lahirnya Hikari ini, didedikasikan untuk memberikan terapi gratis kepada masyarakat, sebab saat ini rumah sakit biayanya mahal.

Maka tidak jika sekelompok mahasiswa tersebut membuat rumah sakit ala mereka sendiri yang gratis dan membantu umat.

Mifti, salah satu peserta Kongres menyatakan, bahwa dirinya bergabung dengan Hikari agar bisa belajar Terapi lebih dalam dan sebagai jembatan memberikan sumbangih non-medis kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kepada masyarakat kurang mampu.

“Harapan saya, Hikari benar-benar bisa melaksanakan tujuan kemanusiaannya baik dalam jangka pendek atau jangka panjang. Yang paling penting, mampu memberikan poelayanan yang memuaskan kepada mayarakat”, kata Mifti, Mahasiswa jurusan TP UIN Walisongo.

Awalnya, Hikari adalah komunitas belajar Mahasiswa jurusan Tasawwuf-Psikoterapi (TP) UIN Walisongo Semarang. Namun hasil ketetapan kongres memutuskan untuk tidak membatasi keanggotaan di lingkup kemahasiswaan. Saat ini, sekitar 23 praktisi Terapi Semarang-Kendal sudah menjadi anggota organisasi yang berkonsep Limited Group ini, baik dari kalangan akademis maupun non-akademis.

Adapun kegiatan rutin yang dilakukan adalah kajian dan Bhakti sosial pengobatan gratis di Masyarakat. Selain menambah wawasan, anggota Hikari ditanamkan jiwa peduli sejak dini.
“Semoga Hikari mampu memberi banyak kemanfaatan untuk mayarakat luas”, imbuh Mifti.  (Red-HS5/Foto: Fadlol/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here