Kepala UPTD dan pihak sekolah saat menunjukkan alat deteksi suara

Wonosobo, Harian Jateng – Dua maling di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Winongsari, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah tertangkap. Sebelum diserahkan kepada pihak berwajib, mereka ditangkap oleh Komite Sekolah Negeri (SDN) 2 Winongsari, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo tersebut.

Pasalnya, dua maling tersebut hendak mencuri benda berharga didalam ruangan guru dan kepala sekolah. Akan tetapi, nasib mereka tak semujur yang direncanakan, karena mereka ketahuan dan ditangkap basah.

Mereka tertangkap dengan mudah, karena alat pendeteksi suara yang sengaja dipasang oleh pihak guru dan komite sekolah di dalam ruangan tersebut.  Tepat pukul 23.30 WIB, Wagiman penjaga sekolah tersebut, mulai siap-siap untuk pulang ke rumah.

Akan tetapi karena ada yang mencurigakan, ia kemudian mengecek kondisi ruangan yang ternyata ada dua maling yang membawa linggis dan solder dan benda lainnya. Kemudian, mereka dipergoki dan menyerahkan diri tanpa perlawanan.

Hasil penangkapan kedua orang diamankan barang  berupa linggis, solder, serta alat-alat lainnya.
“Dari alat-alatnya mereka berencana untuk mencuri semua barang berharga yang ada didalam ruangan sekolah. Sebab, sudah berhasil memutus kunci yang ada laptop sekolahnya,” katanya kepada Harian Jateng. 

Untuk diketahui, sudah 4 kali Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Winongsari, Kecamatan Kaliwiro selalu kemalingan. Dari situlah, muncul ide untuk memasang ruangan guru dan kepala sekolah untuk dipasang alarm pendeteksi suara.

Tujuannya, untuk mengetahui suara yang ada didalam ruangan. Hasilnya, dengan alat pendeteksi tersebut berhasil ditangkap dua orang yang hendak mencuri didalam ruangan SDN 2 Winongsari.

Kepala UPT Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Kaliwiro, Supardi, S.Pd menyampaikan, sudah ada beberapa sekolah yang sering terjadi kemalingan. Untuk itu, cara yang dilakukan oleh SDN 2 Winongsari, bisa diterapkan disekolah-sekolah. Tujuannya, supaya tingkat keamanan sekolah lebih aman.

“Sebab tidak semua sekolah ada penjagannya, jika menggunakan alat pendeteksi suara maka bisa dipantau dari rumah,” katanya. (Red-HJ55/Foto: Jamil/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here