Pati, Harian Jateng – Bagi warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, nasi gandul khas Pati menjadi idola saat acara resepsi pernikahan, tasyakuran khitan, atau cara halal bi halal, rapat, dan sebagainya.

Sebagai salah satu khazanah dan wisata kuliner khas Pati, nasi gandul memang memiliki rasa nikmat dan tidak bisa disaingi dengan masakan lain, terutama pada kuah dan aroma kental pada nasi tersebut.

Nasi gandul adalah salah satu jenis nasi yang unik. Sebab, asal-usul dinamakan nasi gandul karena piring atau bahan dasarnya awalnya adalah daun jati, ada pula pendapat dan sebagai warga Pati memberinya daun pisang.

Dikarenakan daun tersebut “gandul” atau gumantung, maka disebutlah nasi gandul. Sampai saat ini, nasi gandul masih disajikan dalam bentuk unik, yaitu dikasih bahan dasar daun pisan di atas piring.

Tak hanya dijual di Kabupaten Pati, seperti di Pati Kota, Juwana, Kayen, Tayu, Cluwak, Dukuhseti, Winong, Batangan dan sekitarnya, akan tetapi nasi gandul khas Pati Jateng ini juga banyak dijumpai di Kudus, Demak, Grobogan, Rembang, Jepara, Blora, Semarang. Juga nasi gandul Pati di Kendal, Pekalongan, Pemalang, Brebes, Salatiga dan sebagainya.

Akan tetapi, bagi warga Pati sendiri, sudah menjadi hal wajar jika nasi gandul menjadi makanan wajib dalam setiap momentum resepsi pernikahan, tasyakuran nikah, khitan dan sebagainya. (Red-HJ45/Foto: Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here