Salah satu baliho calon bupati Blora

Blora, Harian Jateng – Peneliti politik Forum Muda Cendekia (Formaci) Jawa Tengah, Hakim Alif Nugroho, mengatakan bahwa hasil Pilkada Blora 2015 tidak ditentukan sangu alias uang.
“Biaya politik saat ini memang mahal, tapi saya yakin di Blora saat ini sudah heterogen, peluang adanya politik uang memang besar, tapi itu tidak berpengaruh pada suara,” beber Hakim, Rabu (12/8/2015) kepada Harian Jateng.

Sampai saat ini, calon bupati dan wakil bupati Blora memang disibukkan dengan sosialisasi dan kunjungan ke masyarakat agar lebih populer dan meningkatkan elaktibilitas.

“Tak hanya pasang baliho kok, yang penting justru program yang jos untuk masyarakat Blora. Jujur saja, Blora itu kaya lo, kalau pemimpinnya cerdas, Blora pasti menjadi kabupaten terkaya nomor satu di Jawa Tengah bahkan di Indonesia,” ucap dia.

Menurut alumnus FISIP Undip tersebut, saat ini masyarakat Blora sudah tahu politik dan bisa menentukan pilihannya tanpa harus pindah hanya dengan uang.

“Sekitar 75 persen, masyarakat Blora sudah tahu, mana yang harus dipilih dan mana yang tidak, apalagi indeks kekecewaan terhadap pemerintah sebelumnya tampaknya tinggi,” beber dia.

Oleh karena itu, kata dia, untuk menaikkan elaktibilitas tidak hanya disebabkan karena ketokohan. “Tapi yang paling utama menurut saya kok karena program dan pengaruh media massa,” ujar dia. (Red-HJ45/Foto: Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here