Salah satu Barong Blora

Blora, Harian Jateng – Festival Barong Nusantara II Kabupaten Blora 2015 dinilai pantas masuk rekor MURI. Sebab, selama ini barongan Blora masih belum dikenal di kancah nasional, padahal seni lokal ini memiiki keunikan tersendiri.

“Selama ini sudah banyak kategori seni lokal yang sudah go nasional, nah ini barongan Blora saya kira harus masuk kategori itu, terutama Festival Barong Nusantara II Blora tahun 2015 ini harus masuk MURI,” ujar Hamidulloh Ibda Direktur Utama Forum Muda Cendekia (Formaci) Jawa Tengah, Rabu (12/8/2015).

Sesuai rencana, jadwal Festival Barong Nusantara II 2015 tersebut akan dilaksanakan Rabu 19 Agustus 2015 pukul 08.00 WIB sampai selesai. “Ini kan menarik, ada pawai pembangunan, ada parade barongan, apalagi dari anak-anak, pelajar, barongan dinas, instansi, desa, kecamatan, juga dari ISI Surakatar, wah pokoknya ini kalau diajukan MURI, saya yakin masuk,” terang dia.

Menurut pemerhati budaya tersebut, saat ini barongan Blora dikenal, namun hanya di lingkup Jawa Tengah. “Itu pun tidak semuanya tahu lo, soalnya karena ada orang menyebut Barongan Blora, masih asing, tapi kalau reog sudah paham meskipun tidak detail,” beber dia.

Sebutan Blora Kota Barongan, menurut Ibda sudah cocok, akan tetapi kalau momentum besar seperti Festival Barong Nusantara tidak mencetak rekor, ya sama saja.

“Ini festival jilid dua, tapi indeks capaian kepopulerannya masih rendah, saya kira di sini peran media massa sangat penting. Dan penyelenggara bisa berkomunikasi dengan MURI,” papar pegiat kajian Filologi di Pascasarjana Unnes tersebut.

Saya kira gampang kok untuk jadi rekoris MURI, lanjut dia, tinggal daftar dan mengajukan proposal. “Kalau sifatnya unik, mendidik, menarik dan skalanya nasional, apalagi bersinggungan dengan budaya, saya kira pasti masuk MURI. Nah, ini tinggal panitianya mampu apa nggak, gitu saja,” tegas dia.

Di Semarang, kata dia, kantor MURI kan dekat, jadi dari Blora bisa langsung datan ke Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 275, Srondol Wetan, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah untuk mengajukan proposal dan daftar rekor MURI.

Menrutu Ibda, jika festival barong tersebut tidak masuk rekor MURI, maka sangat percuma. “Ya eman-eman lah, acara unik dan menarik seperti ini kok gak masuk rekor MURI malah hanya jadi ritual formalitas saja,” ujarnya.

Kalau hemat saya, kata dia, barong Blora ini tidak hanya kelas nasional, namun sudah pantas go internasional. “Tinggal peran dinas budaya setempat dan kecerdasan para seniman serta peran media massanya saja,” pungkas dia. (Red-HJ56/Foto: Indra/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here