Jalan sekitar Masjid Agung Kendal yang sedang diperbaiki

Kendal, Harian Jateng – Pekerjaan peninggian dan perbaikan jalan di sekitar Kantor Bupati Kendal mulai dilakukan bulan Agustus ini. Hal itu ditandai dengan pengurukan dan pelebaran jalan di sejumlah lokasi serta adanya material dan alat berat di pinggir-pinggir jalan. Pemerintah Kabupaten akan segera menuntaskan Pekerjaan Rumah yang selama ini belum terselesaikan itu.

Kabid Bina Marga Dinas Bina Marga Sumber Daya Alam Energi dan Sumber Daya Mineral Kendal, Sugeng Prayitno, mengatakan, peninggian jalan sebagai upaya mengurangi banjir yang kerap melanda lingkungan alun-alun dan sekitarnya sekaligus untuk penataan wajah kota.

Namun, tidak semua proyek perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah membuat warga senang. Peninggian dan perbaikan jalan di wilayah Masjid Agung Kendal ke arah utara serta Jalan Notomudigdo Kendal (sekitar Kantor Bupati dan Alun-alun Kendal) dinilai kurang tepat oleh warga. Sebab, jalan tersebut sering menjadi langganan banjir yang merugikan warga akibat meluapnya air dari sungai Kendal. Mereka khawatir jika jalan tersebut ditinggikan dan terjadi banjir, maka pemukiman warga yang berada di sisi barat sungai Kendal akan terkena luapan airnya yang semakin parah.

Muhammad Shofi F. I, sebagai warga Kendal menanyakan proyek perbaikan itu dilakukan saat ini padahal kondisi jalan masih relatif bagus. “Peninggian ini dilakukan sebagai antisipasi untuk banjir, namun pemerintah tidak melihat akibat di sekitarnya. Jika terjadi banjir, jalan yang telah ditinggikan memang tidak tergenang, tapi siapa yang akan menjamin jika rumah warga di sekitarnya juga tidak terkena banjir?” ungkapnya.

Di sekitar wilayah perbaikan tersebut, setidaknya ada 6 Kelurahan yang menjadi langganan banjir. Yaitu Kelurahan Pegulon, Pekauman, Patukangan, Ngilir, Kebondalem, dan Kalibuntu Wetan. Pemerintah hendaknya lebih dapat memprioritaskan wilayah mana saja yang harus ditangani perbaikan terlebih dahulu, misalnya jalan-jalan kecil di kelurahan Pekauman menuju kelurahan Balok dan Bandengan sudah sangat memprihatinkan namun belum diperbaiki meskipun sudah sering diusulkan pada Musrenbang di tingkat Kecamatan.

Shofi menambahkan, harusnya pemerintah lebih jeli dalam melihat permasalahan yang ada. Jika masalahnya banjir, maka perlu dikaji mendalam apakah penyebabnya soal infrastruktur saja? Padahal banjir di sekitar Kantor Bupati Kendal merupakan persoalan kompleks.

“Bukan hanya soal perbaikan jalan, melainkan perlu adanya normalisasi sungai Kendal dan sungai kecil di sekitarnya. Bahkan, jika perlu dari wilayah Kendal Atas harus dimulai normalisasi secara rutin agar aliran sungai lancar” imbuh pemuda yang menjabat sebagai Ketua Umum GPN Kendal itu. (Red-HJ56/Foto: MSFI/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here