Salah satu miniatur takbir keliling sudah siap di Pati

Pati, Harian Jateng –  Takbir keliling 2015 di Kabupetan Pati jadi potensi wisata lebaran dan begitu pula di daerah lain di Jawa Tengah. Menjelang malam puncak Hari Raya Idul Fitri 1436 H, banyak sekali pemuda-pemuda dan remaja masjid serta musholla di Pati menyiapkan takbir keliling dengan membuat miniatur yang unik dan menarik.

Meskipun hanya digelar satu malam, akan tetapi takbir keliling menjadi momentum untuk memuncaki perayaan Idul Fitri sebelum salat id. Biasanya, di daerah Jawa Tengah terlaksana serentak saat malam menjelang Idul Fitri.

Tak hanya menggunakan beduk, biasanya peserta takbir keliling memakai baju muslim lengkap dengan menggunakan obor, lampu dan teriakan takbir memuja keagungan Allah.

Takmir Masjid Al Huda Pati, Rohim, mengatakan bahwa sudah biasa warga Pati dan sekitarnya membuat malam takbiran dengan berkeliling dan menggemakan kalimat-kalimat takbir. “Ya biasanya perdesa dan kecamatan membuat kelompok, nanti pas malam puncak, kayak pawai keliling desa,” ujar dia kepada Harian Jateng, Minggu (12/7/2015) di Pati.

Menurut Rohim, takbir keliling di Pati menjadi salah satu potensi wisata menarik di Kabupaten Pati. “Kan memang unik, karena yang menonton biasanya semua warga, ya yang Islam, dan pemeluk agama lain,” kata dia.

Dalam desain takbir keliling, biasanya permusholla atau masjid membuat salah satu kreasi dalam bentuk miniatur yang nanti akan diarak. Misalnya, seperti burung, robot, masjid, rumah, keraton, dan sebagainya.

Hal itu tentu menjadi fenomena menarik dan menjadi salah satu daftar wisata murah meriah saat lebaran, terutama di Kabupaten Pati yang sudah puluhan tahun dilaksanakan warga sekitar yang beragama Islam.

Selama ini, takbir keliling memang menjadi fenomena menarik yang perlu dilestarikan. Banyak orang mencari hikmah di balik takbir keliling. Bahkan, tak sedikit orang mencari informasi seputar takbir keliling di Jateng, seperti takbir keliling 2015 di Semarang, takbir keliling di Kudus, Blora, juga Jepara, takbir keliling di Purwodadi Grobogan, Cepu Blora, Demak dan Kendal serta daerah lain.

Tak hanya di daerah tersebut, sebenarnya banyak takbir keliling digelar di Batang, takbir keliling Pekalongan, takbir keliling Brebes, takbir keliling Wonosobo, takbir keliling Salatiga, takbir keliling Magelang, takbir keliling Kebumen, takbir keliling Sragen, takbir keliling Wonogiri, takbir keliling Karanganyar dan sebagainya di wilayah Jawa Tengah.

Meskipun sempat ada wacana takbir keliling dilarang Jokowi dan pihak lain, akan tetapi wacana v takbir keliling dilarang oleh pemerintah justru menuai banyak kontroversi. Terlepas dari itu, Rohim mengakui bahwa hukum takbir keliling sah-sah saja karena itu wujud tradisi Islam dan perpaduan Jawa.
Banyak orang berlomba-lomba mencintai Allah dengan segala cara, kata dia, salah satunya adalah melalui takbir keliling.

“Jadi mau buat takbir keliling unik, takbir keliling dengan sound system, takbir keliling dengan jalan kaki, takbir keliling di masjid, saya kira substansinya adalah mencintai Allah di hari yang fitri,” beber dia. (Red-HJ45/Foto: Ahmad/Steven).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here