Semarang, Harian Jateng – Harga batu akik di bulan Ramadan 2015 di Semarang tetap stabil. Dari pantauan Harian Jateng, di PKL Kokrosono Semarang, harga batu akik dari berbagai jenis tetap diminati kolektor dan juga masyarakat. Tak hanya jenis yang harganya murah, namun batu akik di atas Rp 350.000 juga masih banyak peminatnya.

Menurut Husni (45) pedagang batu akik di PKL Kokrosono Semarang, harga batu akik yang paling murah adalah Rp 40.000 sampai dengan Rp 50.000. “Ya ini jenis badar besi saya jual Rp 50.000,” ujarnya di Semarang, Jumat (19/6/2015).

Ia mengaku, bulan Ramadan justru menjadi berkah bagi penjual batu akik. Sebab, ia mengaku banyak pesanan yang berdatangan padanya. “Ya sudah ada empat orang memesan ke saya dalam jumlah yang lumayan,” beber dia.

Ya intinya Ramadan malah membawa berkah, kata dia, dan jual-beli batu akik tetap stabil, harganya pun demikian. “Tidak ada mafia harga dalam penjualan batu akik,” tegas dia.

Tak hanya di PKl Kokrosono, akan tetapi di sekitar Pasar Johar, kawasan Kota Lama, dan juga kawasan Barito juga masih banyak pedagang berjualan batu akik meskipun hari puasa. Di sekitar Sampangan, Pedurungan, Bulu dan Manyaran juga masih banyak dijumpai pedagang batu akik berjualan di pinggir jalan raya.

Salah satu penjual batu akik tersebut adalah Sumadi (52) warga Pedurungan yang menjual batu akik di kawasan Barito. Menurutnya, batu akik di sekitar Barito dan Pedurungan masih banyak peminatnya meskipun bulan suci Ramadan.

“Nyatanya masih pada berjualan, berarti harganya masih stabil, juga peminatnya masih mau dan tertarik dengan batu akik,” terang dia, di Barito.

Sampai saat ini Barito tetap ramai, baik dari penjual maupun pembeli. “Belakangan ini yang tertartik justru para warga China, mereka berani memborong batu akik dengan berbagai jenis dan harga yang relatif tinggi,” ujar dia.

Akan tetapi, hal itu sebenarnya tidak terlalu baik. Sebab, kalau diborong, akan membuat pedagang batu akik yang lain iri. “Ya kita di sini kan sama-sama cari makan, jadi kalau misal ada yang borong, tetap kita bagi-bagi. Caranya dengan mengambil batu akik jenis yang lain kepada teman. Seperti contoh, batu akik kalimaya, badar besi, atau jenis combong, batu akik merah delima dan lainnya,” jelas pria tersebut.

Saya berani menjamin, kata dia, sampai Lebaran nanti, harga batu akik di Semarang stabil bahkan harganya akan naik. “Peminatnya menjelang Lebaran menurut saya kok malah tambah banyak, apalagi nanti banyak warga asli Semarang yang bekerja di luar daerah nanti mudik ke Semarang,” imbuhnya.

Dengan modal yang relatif terjangkau, Madi dengan kawan-kawannya bisa hidup dan mendapatkan pundi-pundi rupiah dari berjualan batu akik. “Ya alhamdulillah, daripada kerja di pabrik, mending jualan batu akik,” tandas dia. (Red-HJ49/Foto: Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here