Makam Mbah Segati atau Sogati yang panjangnya sekitar 5 meter

Christopher Columbus dipercaya sebagai penemu pertama benua Amerika. Begitu halnya, warga Tegalsari, Kecamatan Garung mempercayai RA. Segati atau Pangeran Bayat merupakan tokoh pendiri desa yang pertama kali menempati desa Tegalsari.

Kala itu, sekitar abad ke 14-15 kawasan Tegalsari merupakan hutan belantara. Namun, kondisi lahan yang subur  karena dekat dengan sumber perairan membuat RA Segati bersama rombongan menempati kawasan tersebut.

Warga sekitar mempercayai jika Segati merupakan keturunan Sunan Kudus. Mereka melakukan perjalanan dari Kudus menuju Tegalsari dalam rangka berdakwah. 

Keberadaan RA Segati itu bisa dibuktikan langsung dengan makam kuno yang terletak di makam umum desa Tegalsari. Makam yang memiliki panjang sekitar 5 meter, lebih panjang dibanding makam-makam disekitarnya merupakan makam Segati sang pendiri desa Tegalsari.

“Makam yang panjangnya 5 meter tersebur merupakan pendiri desa Tegalsari yang bernama Sogati atau Segati. Beliau masih keturunan dari sunan kudus,” ungkap Kepala Desa Tegalsari, Sakdun disela-sela menunjukkan makam RA Segati, kemarin.

Pengaruh pendiri desa yang masih memiliki garis keturunan Sunan Kudus pun berdampak positif dalam hal keagamaan. Karena, desa tegalsari merupakan desa dengan kultur keagamaan yang tinggi. Desa yang mayoritas penduduknya beragama Islam tersebut memiliki kultur keislam yang dekat dengan Walisongo.

Desa tersebut merupakan desa dengan basis warganya tergabung dalam Organisasi Islam Nahdlatul Ulama. Desa yang terletak di lereng pegunungan dieng ini secara geologis termasuk wilayah semburan magma. Terdapat dua mata air panas, mata air yang pertama bernama Pengamoman Lor dan Pengamuman Kidul.

Menurut Sakdun, mayoritas penduduk desa Tegalsari bermata pencaharian petani. Desa dengan luas lahan sekitar 4 km ini merupakan area persawahan dan ladang yang cukup subur. Sebagian yang lain berprofesi sebagai pedagang, buruh industri, buruh dagang, sopir dan perantau. Di samping itu, sebagian warga desa Tegalsari juga bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia di Luar negeri. Desa Tegalsari secara umum termasuk desa yang tergolong maju di wilayah kecamatan maupun Kabupaten Wonosobo.

Desa Tegalsari merupakan sebuah desa yang secara administratif masuk ke wilayah kecamatan Garung. Desa Tegalsari berbatasan dengan Desa Mlandi di Sebelah Utara, sebelah barat berbatasan dengan Desa Kebrengan, Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Jawar dan sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sitiharjo. “Secara administrasi desa Tegalsari memiliki 5 Dusun yaitu Siwadas, Gintung Sari, Curug, Kandangan, dan Pringapus,” ucapnya.

Desa Tegalsari merupakan pintu gerbang, bagi para wisatawan yang akan mengunjungi Kawasan Wisata Dieng Menggunakan Jalur Tracking. Pengunjung dapat menikmati indahnya kawasan pegunungan Dieng dengan kesegaran dan kesejukan udara tanpa menghirup kompos. Objek wisata Curug Cikarim setinggi 200 meter sangat cocok untuk dikembangkan menjadi objek wisata potensial.

Namun pengujung juga dapat hadir di Bulan Syuro, penaggalan Jawa, saat para warga aktif membersihkan area pemakanan. Pengunjung yang setia dengan kegiatan olahraga juga dapat melakukan kegiatan tracking. Kegiatan tracking dapat memasuki wilayah hutan alami yang beloum terjamah banyak manusia. Sembari menikmati penduduk petani daerah pegunungan sedang melakukan aktivitas pertanianya. Sembari melihat para petani yang sedang membajak sawah menggunakan kerbau. (Red-HW38/Foto: Jamil/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here