Batu akik batok kelapa khas Pati
Pati, Harian Jateng – Batu akik batok kelapa adalah batu akik khas Pati Jawa Tengah yang kini mulai dikembangkan di Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dalam prinsip bisnis, orang yang sukses dan mampu menangkap peluang harus kreatif dan mampu berinovasi, salah satunya adalah berinovasi dalam mendesain batu akik.
Hal itulah yang sudah dilakukan pengrajin batu akik batok kelapa, Ahmad Fathoni, warga Desa Dukuhseti Pati. Toni, sapaannya, mengatakan bahwa batu akik yang dibuatnya adalah hasil perpaduan batu akik dan batok kelapa.
“Batu akik batok kelapa ini adalah hasil karya saya dan bapak saya,” ujar dia, Rabu (20/5/2015) di Pati. Menurut dia, harga batu akik batok kelapa khas Pati sangat murah dan terjangkau semua kalangan. (Baca juga: Toko Batu Akik di Dukuhseti Pati Menjamur).
Selama ini demam batu akik memang masih panas tinggi. Tak hanya di Pati, namun demam batu akik di Jepara, demam batu akik di Kudus, demam batu akik di Rembang, demam batu akik di Demak, demam batu akik di Rembang, demam batu akik di Blora, demam batu akik di Grobogan, bahkan demam batu akik di Semarang juga masih panas tinggi.
Dalam memanfaatkan demam batu akik di Pati tersebut, Toni, memanfaatkan dan menciptakan batu akik dengan menambahkan batok kelapa. Sebab, biasanya hanya memakai besi dan perak. Batu akik batok kelapa khas Pati ini menjadi salah satu jenis batu akik terbaru di Kabupaten Pati.
Terpisah, kolektor batu akik Pati, Jumadi, mengatakan bahwa munculnya batu akik dengan berbagai jenis menggambarkan bahwa potensi batu akik menjadi rezeki sendiri bagi para pengrajin. “Kan mereka berlomba-lomba agar menarik dan laku,” papar dia kepada Harian Jateng.
Kalau hanya mengekor, kata dia, saya yakin akan tertinggal. “Tapi kalau menciptakan dan berinovasi, saya yakin akan menjadi pengrajin batu akik yang hebat,” beber pria penggemar batu akik jenis kalimaya tersebut.
Menurutnya, sampai detik ini, banyak sekali muncul toko-toko batu akik di Pati. “Ya tak hanya di Dukuhseti saja, namun demam batu akik kini juga menjalar di Tayu, Margoyoso, Pati Kota, Batangan, Kayen dan sebagainya,” papar dia.
Kalau hasil buatan Toni tersebut, beber dia, saya bisa pastikan hal itu menjadi maha karya baru di Pati dan bisa menjadi landmark batu akik Pati. “Soalnya kalau batu akik Pati selama ini kan Cuma Jala Sutra,” pungkas dia. Maka dengan adanya batu akik kelapa batok itu, kata dia, akan memberi nuansa baru dalam dunia batu mulia. (Red-HJ34/Foto: Toni/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here