Demo mahasiswa sebagai bentuk wujud intelektualisme.
Rembang, Harian Jateng – Intelektual tercerahkan adalah orang yang rajin blusukan. Hal itu diungkapkan Khoirul Anam, mantan Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Walisongo Semarang (kini UIN Walisongo Semarang), kemarin. Menurut mantan aktivis Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) UIN Walisongo Semarang tersebut, ia berharap agar para kaum intelektual rajin blusukan.

“Aku ingin berkhotbah kepada seluruh intelektual muslim di manapun. Wahai ulil albab, rausyanfikr, kalian jangan berhenti di atas menara gading,” uja Anam.  Turunlah ke bawah, kata dia, ke kampung-kampung, ke kota-kota, ke pasar-pasar, ke sekolah-sekolah, ke tempat di mana ada sekumpulan manusia. 

“Jangan puas dengan ilmu yang kalian dapatkan. Sebab, ilmu itu harus kalian abdikan ke tengah masyarakatmu. Tumbuhkan kesadaran dan semangat umat untuk mengubah dunia dengan bimbingan ilmu,” jelas pria kelahiran Rembang tersebut.

Jangan anjurkan mereka meniru-niru barat atau menjiplak timur, kata dia, sebab barat dan timur bukanlah kutub yang harus dipilih, keduanya sama sama tumbuh dari jantung tradisi. “Hidupkan Islam, sebab Islam bukan tradisi, bukan barat, bukan pula timur. Islam adalah wahyu,” tandas mantan aktivis PMII Semarang.

Pelajari keyakinan dasar dan proses yang membentuk kesadaran masyarakatmu, beber dia, kemudian kebudayaan mereka, dan karakteristik mereka.

Anam juga mengritisi tugas mahasiswa saat ini. “Tugas kalian adalah merobohkan sistem masyarakat yang berdasar penindasan, ketidakadilan dan kezaliman dengan membentuk umat yang terbangun atas dasar tauhid. Inilah tugas para rasul, kini kalian penerusnya,” pungkas dia. (Red-HJ34/Foto: Anam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here