Ketua Panitia saat memberi bantuan.
Manggarai, Harian Jateng  – Program Peduli Siswa Manggarai SM3T Unnes dan UM tergetkan 9 sekolah yang akan dibantu. Hal itu diungkapkan Arif Setyo Adi Ketua Panitia Program Peduli Siswa Manggarai baru-baru ini. Program tersebut diapresiasi banyak kalangan,mulai dari Kepala Sekolah, guru, dan Dinas Pendidikan setempat.
“Ada 9 sekolah yang akan mendapatkan 1.011 paket alat sekolah pada tahap pertama. Mereka adalah SDN Ara Kecamatan Satarmese, SDN Gulung Kecamatan Ruteng, SD Inpres Golo Tebo, Kecamatan Rahong Utara, SD Inpres Labuan Taur di Pulau Mules, SD Inpres Mahima Kecamatan Reo, SD Inpres Mbohang Kecamatan Lelak, SD Katolik Lujang Kecamatan Cibal, SD Lokom dan SD Bea Tengga, dari Kecamatan Satarmese Barat,” ujar Arif.
Fasih Dwi Yuani Sekretaris Panitia Program Peduli Siswa Manggarai mengatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. “Tanggung jawab pendidikan tidak hanya ada pada pemerintah saja, tetapi orangtua, masyarakat dan pihak swasta juga harus ikut berpartisipasi, hal ini selaras dengan jargon kami SM-3T, Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia,” ujar guru SM3T asal Blora tersebut.
Panitia Sie Acara Program Peduli Siswa Manggarai, Ahmad Mubarok, berterima kasih atas suksesnya program tersebut pada tahap pertama.  “Terimakasih Indonesia atas donasinya dalam Peduli Siswa Manggarai Gelombang Pertama. Kami masih menunggu uluran tangan para donatur untuk Peduli Siswa Manggarai Gelombang Kedua,” harap dia.
Pihaknya juga beraharap, ada bantuan lagi dari berbagai kalangan. Untuk mempermudah hal itu, pihaknya juga memiliki websiste untuk wahana bersosialisasi. “Kunjungi website kami, pedulisiswamanggarai.blogspot.com dan Fans Page Peduli Siswa Manggarai. Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia,” katanya.
Moch. Galih Pratama Humas Program Peduli Siswa Manggarai juga menilai positif kegiatan tersebut. menurutnya, guru SM3T sebagai penggiat pendidikan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal tersebut dapat memberikan sumbangsihnya untuk pendidikan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal. 
Dengan adanya program ini pun harapnya nanti, anak anak dapat belajar dan menulis tanpa adanya kesulitan, setidaknya mengurangi keterbatasan yang ada di SDN ARA pada khususnya,” tutur pria tersebut. (Baca juga: Program Peduli Siswa Manggarai SM3T Unnes dan UM Diapresiasi Banyak Kalangan).
Guru SM3T tersebut juga berahapa, program yang sudah berjalan itu dapat dilanjutkan untuk ke depannya. “Kita bisa melihat sendiri, bahwa anak anak di Kabupatan Manggarai ini, khusunya yang ada di pedalaman masih sangat memprihatinkan  dalam hal infrastruktur dan media pembelajaran,” jelas dia.
Meskipun demikian, sebenarnya ada berbagai kendala yang dialami guru-guru SM3T tersebut. ”Ketika distribusi medan yang sangat sulit dan juga faktor cuaca yang kurang mendukung memberikan tantangan tersendiri,” kata dia.
Sebenarnya, lanjutnya, bukan kendala tapi itu lebih kami lihat sebagai tantangan dan perjuangan kami untuk membantu dan mencerdaskan anak bangsa.
Kristina Daima Siswa SDN Ara mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia bersyukur karena mendapat bantuan dari para guru-guru SM3T itu. “Terimakasih Indonesia, saya sangat senang bisa mendapat tas dan seragam baru. Saya mau rajin belajar agar pintar, ungkap dia. (Red-HJ46/Foto: Yuan/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here