Hendrik saat mengasah batu akik dengan bambu wulung
Banjarnegara, Harianjateng.com – Batu akik khas Banjarnegara poles bambu wulung lebih diminati kolektor batu akik Kabupaten Banjarengara, Jawa Tengah. Mengapa poles bambu? Sebab, cara mengasah batu akik berbasis alat tradisional tersebut lebih diminati kolektor lantaran hasilnya lebih bagus. 
Meskipun sudah banyak pengrajin batu akik di Banjarnegara menggunakan alat modern seperti mesin, namun kolektor lebih berminat pada batu akik hasil polesan bambu karena hasilnya lebih mengkilat bahkan batu akik tersebut bisa bertahan lama. (Baca juga: Ternyata, Manfaat Memakai Batu Akik adalah Tambah Kaya).
Tak hanya pengangguran, kini banyak masyarakat alih profesi karena banyak penggemar batu akik meluapkan pemesanan kepada pengrajin batu akik. Besarnya permintaan, membuat beberapa orang alih profesi, seperti yang dilakukan Hendrik (35) pengrajin batu akik di Desa Kalimandi, Kecamatan Klampok, Banjarnegara. Awalnya, pria tersebut adalah pemilik bengkel las, namun kini beralih profesi menjadi pengrajin batu akik menggunakan bambu wulung sebagai media untuk penyelesaian akhir.
“Meski masih menggunakan mesin untuk membentuk menjadi batu, namun saya menggunakan bambu wulung dalam penyelesaian akhir,” ujar pria pengrajin batu akik tersebut tak lama ini. Meskipun saat ini beralih profesi menjadi pengrajin batu akik, Hendrik merasa puas dan mendapatkan pundi-pundi rupiah dari batu akik tersebut.
Batu Akik Poles Bambu Wulung
Di zaman yang serba modern, tidak menggoda Hendrik untuk membuat batu akik dari mesin. Sebab, hasil batu akik tahap penyelesaian akhir dalam pembuatan batu akik akan lebih sempurna jika menggunakan bambu wulung. Dalam menggunakan bambu wulung, memang membutuhkan waktu satu jam lebih saat finishing, namun pria yang akrab disapa Hendrik tersebut mengaku puas, karena hasil polesan batu akiknya lebih mengkilat dan tahan lama.
“Sangat berbeda finishing menggunakan bambu wulung jika dibandingkan dengan mesin, dari segi kualitas jelas sangat berbeda dan  mampu mendongkrak harga batu yang dipoles akhir menggunakan gosokan bambu ,” jelas dia.
Dari beberapa kolektor dan peminat batu akik, kini juga lebih meminati batu akik yang dipoles bambu wulung daripada yang dipoles dengan mesin. Sedikitnya, lima buah batu bisa Hendrik hasilkan tiap harinya dari proses batu mentah.
Menurut dia, kegiatan  memoles membutuhkan seni dan perasaan. Sebab, batu menurut dia mempunyai nilai seni dan harus diolah juga menggunahakan hati.
Angkat Batu Lokal Banjarnegara
Seperti halnya batu akik di Wonosobo, batu akik di Purbalingga, batu akik di Magelang, batu akik di Salatiga, batu akik di Brebes, batu akik di Tegal, batu akik khas Banjarnegara kini juga mulai diangkat sebagai kekayaan lokal.
Edi Riyanto selaku Koordinator pengrajin batu akik Kecamatan Purwareja, Klampok dan sekitarnya mengatakansaat ini terdapat sekitar 10 kelompok pengrajin batu akik di Kecamatan Purwareja Klampok dan Mandiraja. Kelompok tersebut saat ini lebih menfokuskan untuk mengangkat batu akik lokal Banjarnegara, terutama batu akik yang terdapat di sepanjang sungai Sapi.
“Kami juga mencoba menggali potensi batu akik sungai serayu dan batu-batu dari Desa Gumelem Kecamatan Susukan selain Batu  kali sapi, kedua sungai tersebut mempunyai beragam batu akik yang mempunyai kualitas setara dengan batu akik di berbagai daerah yang sudah lebih dulu dikenal,” kata dia.
Batu akik khas Banjarnegara memang diminati kolektor dari berbagai daerah. Seperti contoh kolektor batu akik dari Wonosobo, kolektor batu akik Purbalingga, kolektor batu akik Banyumas, kolektor batu akik Magelang, kolektor batu akik Klaten, kolektor batu akik Tegal dan sebagainya di wilayah Jawa Tengah.
Kolektor batu akik yang memburu batu akik khas Banjarnegara, ternyata lebih meminati batu akik yang dipoles dengan bambu wulung daripada batu akik yang dipoles dengan mesin. Sebab, menurut mereka, hasil batu akik yang dipoles dengan bambu wulung lebih mengkilat, bagus dan tahan lama daripada batu akik hasil polesan mesin. (Red-Harian Jateng-HJ56/Foto: Pemkab Banjarnegara).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here