Kendal, Harianjateng.com  – Selain menambah cakep, cantik dan ganteng, manfaat memakai batu akik adalah tambah kaya. Hal itu diungkapkan M Shalikul Huda (35) kolektor batu akik asal Brangsong, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2015). Menurut pria tersebut, batu akik dulu hanya dijadikan ukuran klenik seseorang, namun sekarang justru berbalik arah, karena batu akik sudah menjadi ukuran kekayaan masyarakat.
“Memakai batu akik itu meningkatkan kewibawaan, namun juga meningkatkan prestise masyarakat bahwa batu akik dan yang memakai batu akik bukan orang sembarangan,” beber dia, di Kendal.
Manfaat memakai batu akik, kata Huda, adalah meningkatkan strata sosial atau bisa dikatakan orang kaya. Sebab, jika dulu ukuran kekayaan seseorang hanya pada emas, kalung, cincin, gelang dan anting, namun batu akik kini juga menjadi ukuran kekayaan masyarakat. (Baca juga: Batu Akik Bergambar Garudadi Probolinggo Dilelang Rp 25 Juta).
“Kalau emas-emasan yang memakai hanya perempuan, tapi kalau batu akik bisa dipakai siapa saja. Jadi batu akik justru sangat fleksibel daripada emas,” jelas pecinta batu akik tersebut.
Akan tetapi, kata dia, tidak semua batu akik bisa dikatakan dan bisa dijadikan ukuran kekayaan. “Soalnya saat ini banyak batu akik yang harganya murah, ya hanya Rp. 25.000 dapat batu akik,” ungkap dia.
Demam batu akik yang mendera di Kendal, menurut Huda tak jauh beda dengan di daerah lain, seperti demam batu akik di Pemalang, demam batu akik di Batang, demam batu akik di Semarang, demam batu akik di Pekalongan dan sebagainya.
Dalam hal ini, menurut Huda tidak semua batu akik bisa dijadikan ukuran kekayaan. “Ya bergantung jenis batu akiknya. Batu akik jenis bacan, badar besi, jalasutra, batu akik merah delima tentu beda,” jelasnya.
Bagi saya, katanya, tak hanya menjadikan berwibawa, memakai batu akik juga menjadikan orang semakin dihargai. Apalagi dengan jenis batu akik yang unik dan mahal. “Akan tetapi masih banyak orang yang tidak suka dengan pemakai batu akik. Padahal memakai batu akik ya juga mempromosikan potensi dan mengampanyekan batu akik lokal khas Kendal,” ujar pria kelahiran Kendal tersebut.
Demam batu akik yang masih memanas di daerah Kendal, menurut Huda akan terus dan terus demam dan bertahan lama. Sebab, kata dia, di Kendal saat ini juga banyak bermunculan pengrajin batu akik dan juga kios serta toko-toko batu akik. “Di Kaliwungu, di Weleri juga ramai dan demam batu akik. Ini sangat menguntungkan para pengrajin batu akik di Kendal,” ungkap dia. (Red-Harian Jateng/HJ79/Foto: Tempo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here