Di dalam buku Tragedi Incest Adam dan Hawa & Nabi Kriminal, sudah dijelaskan bahwa Adam dan Hawa bukan manusia pertama di dunia ini. Buku yang ditulis Ahmad Fauzi ini, menjelaskan bahwa Adam dan Hawa secara jelas bukan manusia pertama. Buku terbitan Gubug Saloka setebal 170 halaman ini menjelaskan dan mendekonstruksi detail tentang sejarah Adam dan Hawa termasuk juga manusia sebelum Adam dan Hawa.

Adam dan Hawa bukan manusia pertama dalam sejarah, karena mereka tinggal dalam sebuah tatanan komunitas yang sudah mengenal mengolah tanah, irigasi, beternak dan bercocok tanam. Mereka telah menetap dan tidak lagi nomaden. Ini makna sebenarnya dari Jannah atau Taman Eden, yaitu sebuah komunitas yang di dalamnya terdapat sekelompok orang yang telah berbudaya dan dipagari dengan penuh tatanan dan aturan. Dan, komunitas Eden yang ditempati Adam dan Hawa bukan terletak di atas langit sebagaimana diceritakan oleh Al-Qur’an, tetapi di dataran bumi. 

Dengan tinggal menetap dan sudah bercocok tanam, ini membuktikan mereka telah melewati fase totemik dan animistik, yaitu bentuk masyarakat yang lebih tua dan primitif dibandingkan komunitas Taman Eden. Sebagai bentuk pewarisan budaya sebelumnya, dalam Komunitas Eden terdapat sebuah aturan yang bersifat tabu, yaitu dilarang melakukan hubungan incest. Orang yang melakukan incest bisa mengakibatkan yang melanggar larangan ini diusir dan diasingkan dari komunitas. (Beli juga: Buku Tragedi Incest Adam dan Hawa & Nabi Kriminal).

Kemudian, setelah kita lakukan ta’wil secara psikologis atas Simbol Ular, Buah Khuldi dan Tulang Rusuk, di mana simbol-simbol ini berusaha untuk menyembunyikan dan menyamarkan realita yang sebenarnya, yaitu Ular adalah simbol dorongan seksual, sedangkan Buah Khuldi adalah objek dari dorongan seksual tersebut, yaitu persetubuhan, dan Tulang Rusuk berarti simbol keturunan.

Di sini, sampailah pada fakta bahwa Adam dan Hawa ternyata bukanlah pasangan suami-isteri, tetapi ayah dan anak. Karena bujukan dan bisikan dari dorongan-dorongan seksual mereka sendiri, kemudian ayah dan anak ini melakukan persetubuhan (Electra Complex) yang berarti telah melanggar tabu incest yang berlaku dalam Komunitas Eden. 

Akhirnya, mereka berdua pun diusir oleh masyarakat karena mencemarkan kesucian komunitas. Tuhan yang mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden, hanyalah simbol bagi suara masyarakat yang menghendaki Adam dan Hawa diasingkan karena telah melanggar tabu incest yang menjadi kode hukum dan tatanan dalam komunitas masyarakat tersebut. Sebuah kisah cinta terlarang yang tragis dan memilukan.

Ditulis Ahmad Fauzi, penulis buku Tragedi Incest Adam dan Hawa & Nabi Kriminal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here